Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
11 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
11 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
3
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
12 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
4
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
13 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
5
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Umum
12 jam yang lalu
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
6
Bank Jakarta Perkuat Tata Kelola dan Optimalisasi Layanan
Ekonomi
8 jam yang lalu
Bank Jakarta Perkuat Tata Kelola dan Optimalisasi Layanan
Home  /  Berita  /  Riau

OPD Pemprov Riau Diminta Buat Pernyataan Kesanggupan 'Menggenjot' Realisasi APBD

OPD Pemprov Riau Diminta Buat Pernyataan Kesanggupan Menggenjot Realisasi APBD
Ilustrasi. (Internet)
Kamis, 19 Oktober 2017 14:38 WIB
Penulis: Ratna Sari Dewi dan Riska Ridha Yanti
PEKANBARU - Organisasi Perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau diminta untuk membuat pernyataan soal seberapa besar kesanggupan mereka dalam 'menggenjot' realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Riau 2017 hingga tutup buku akhir tahun nanti.

"Mereka (OPD, red) membuat pernyataan kesanggupan mencapai realisasi. Beragam, ada yang sanggup mencapai 80 persen hingga 90 persen," kata Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Riau, Ahmad Hijazi kepada GoRiau.com di Pekanbaru, Kamis (19/10/2017).

Pria kelahiran Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) itu pun meminta OPD untuk menepati komitmen yang telah mereka buat sendiri. "Hingga Desember 2017 nanti, OPD harus mencapai realisasi yang mereka targetkan," ucapnya.

Ia menekankan, agar lima OPD yang memiliki serapan rendah untuk bekerja lebih keras lagi mengejar ketertinggalannya. Sebab, kata Hijazi, rendahnya serapan OPD dapat mempengaruhi keberhasilan Pemprov Riau dalam mencapai targetnya. Yang mana, Pemprov Riau sendiri menargetkan dapat mencapai realisasi minimal 90 persen.

"Target serapan kita 90 persen karena silpa sekitar satu triliun lebih di tahun 2017 ini. Tapi, ada lima OPD yang serapannya masih rendah," ungkapnya.

Hijazi pun menyebutkan nama-nama OPD yang memiliki serapan rendah tersebut, diantaranya, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM), RSUD Arifin Achmad dan Dinas Perkimnah.

"BPSDM beralasan kontraktor belum mengambil uang muka, karena mereka membangun transmisi dan itu pembangunan fisik. Semoga bisa dikejar sampai 90 persen, ucapnya.

Kemudian, RSUD Arifin Achmad dikarenakan belum diinput dan banyak terjadi perubahan. Selanjutnya, Dinas Perkimnah yang baru mencapai realisaai 24 persen dikarenakan memang dana rumah layak huni yang bernilai sekitar seratus miliar belum bisa dicairkan

"Mudah-mudahan awal November sudah masuk penyusunan DPA dan bisa dilaksanakan dalam waktu dua bulan semua yang disepakati di APBD Perubahan," tandasnya. ***

Kategori:Voli, Riau
wwwwww