Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Siswi SMP di Batang Anai Kritis Ditikam Begal, Pelaku Ditembak Polisi
Peristiwa
14 jam yang lalu
Siswi SMP di Batang Anai Kritis Ditikam Begal, Pelaku Ditembak Polisi
2
Kapal Patroli Polairud Tenggelam, 3 Polisi Hilang
Peristiwa
1 jam yang lalu
Kapal Patroli Polairud Tenggelam, 3 Polisi Hilang
3
Toyota Recall 5.965 Unit Mobil karena Kehilangan Tenaga Saat Dikendarai
Umum
12 jam yang lalu
Toyota Recall 5.965 Unit Mobil karena Kehilangan Tenaga Saat Dikendarai
4
Bertambah 1.893, Total Kasus Covid-19 di Tanah Air 125.396 Orang, 5.723 Meninggal
Kesehatan
6 jam yang lalu
Bertambah 1.893, Total Kasus Covid-19 di Tanah Air 125.396 Orang, 5.723 Meninggal
5
Ini Identitas 3 Polisi yang Hilang Akibat Karamnya Kapal Patroli Polairud
Peristiwa
39 menit yang lalu
Ini Identitas 3 Polisi yang Hilang Akibat Karamnya Kapal Patroli Polairud
6
Dicekoki Miras oleh Pelacur Langganannya, PNS Kehilangan Mobil Usai Kencan
Peristiwa
13 jam yang lalu
Dicekoki Miras oleh Pelacur Langganannya, PNS Kehilangan Mobil Usai Kencan
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Oesman Sapta: Kita Butuh Pahlawan Ekonomi yang Bisa Memakmurkan Rakyat

Oesman Sapta: Kita Butuh Pahlawan Ekonomi yang Bisa Memakmurkan Rakyat
Wakil Ketua MPR dan Ketua DPD RI, Oesman Sapta. (istimewa)
Kamis, 16 November 2017 14:29 WIB
BALI - Di hadapan ratusan anggota Perhimpunan Hakka Indonesia Sejahtera, yang sedang melakukan Rakernas di Sanur, Bali, 16 November 2017, Wakil Ketua MPR Oesman Sapta menceritakan pada tanggal 10 November 2017, dirinya menjadi Inspektur Upacara Peringatan Hari Pahlawan 10 November di atas kapal perang TNIAL di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta.

"Dalam upacara tersebut juga dilakukan tabur bunga," ujarnya.

Kepada anggota Hakka, Oesman Sapta mengingatkan pada masa perjuangan, semua rakyat yang berasal dari berbagai asal usul, suku, agama, dan golongan bersatu padu melawan penjajah.

"Termasuk dari kaum Tionghoa," ujarnya.

Disebutnya, tempat Kongres II Pemuda tahun 1928 yang melahirkan Sumpah Pemuda adalah milik kaum Tionghoa.

Dengan fakta tersebut, Oesman Sapta menyebut banyak jasa orangtua dan pendahulu kita.

"Mereka berjuang tanpa melihat asal usul. Termasuk keluarga Hakka ikut berjuang," tambahnya.

Oesman Sapta menuturkan saat ini kita membutuhkan pahlawan ekonomi. Pahlawan ekonomi dibutuhkan agar bisa memakmurkan rakyat Indonesia. "Untuk itu kita perlu peran nyata anggota Hakka," ucapnya.

Diharapkan agar pembangunan ekonomi di negeri ini dimulai dari daerah. Alasannya, kemakmuran bangsa akan dicapai bila daerah makmur. "Kalau daerah makmur maka Indonesia akan makmur," tegasnya. ***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:GoNews Group, Peristiwa, Pemerintahan, Politik, DKI Jakarta, Bali

wwwwww