Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
Kemenpora
11 jam yang lalu
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
2
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
Sepakbola
11 jam yang lalu
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
3
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
18 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
4
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Metropolitan
16 jam yang lalu
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
5
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
Sepakbola
11 jam yang lalu
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
6
Rizky Ridho Sebut TC di Bali Perkuat Kekompakan Timnas Indonesia
Sepakbola
11 jam yang lalu
Rizky Ridho Sebut TC di Bali Perkuat Kekompakan Timnas Indonesia
Home  /  Berita  /  Badminton

Ketua Fraksi PKS Apresiasi dan Angkat Topi untuk TNI/Polri Atas Keberhasilan Pembebasan Sandera di Papua

Ketua Fraksi PKS Apresiasi dan Angkat Topi untuk TNI/Polri Atas Keberhasilan Pembebasan Sandera di Papua
Istimewa.
Sabtu, 18 November 2017 16:16 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Ketua Fraksi PKS, Jazuli Juwaini, mengapresiasi dan angkat topi atas keberhasilan TNI/Polri membebaskan 1.300 sandera di Desa Kimbely dan Desa Banti, Mimika, Papua.

TNI/Polri berhasil mengevakasi 347 orang di antaranya dan menjamin keamanan 1000an warga yang tetap menetap di dua desa tersebut. Aksi heroik itu dilakukan setelah TNI AD dari satuan Kopasus dan Raider berhasil memukul mundur kelompok teror KKB (Kelompok Kriminal Bersenjata).

"Terima kasih TNI/Polri atas keberhasilan membebaskan sandera tanpa ada korban jiwa dari masyarakat. Ini menegaskan bahwa negara tidak kalah melawan teror," tegas Jazuli, Sabtu (18/11/2017).

Selanjutnya, TNI/Polri masih harus memastikan dan menjamin keamanan warga asli yang menetap di dua desa tersebut. Untuk itu upaya melumpuhkan kelompok teror KKB tidak boleh kendor. 

"Upaya melumpuhkan kelompok teror KKB harus dilakukan secara efektif dengan zero korban jiwa terutama dari pihak aparat. Adapun anggota KKB yang menyerahkan diri dan kembali ke pangkuan NKRI bisa diampuni setelah melalui proses hukum," terang Jazuli.

Tentu upaya ini tidak mudah dan kompleks serta membutuhkan upaya komprehensif mengatasi masalah yang selama ini terjadi di Papua termasuk menghentikan atau memutus dukungan atas kelompok sparatis teroris ini. 

"Sekali lagi negara tidak boleh kalah melawan teror apalagi yang jelas-jelas mengancam kedaulatan NKRI. Saya yakin TNI/Polri mampu!," pungkas Jazuli. ***

wwwwww