Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
Kemenpora
12 jam yang lalu
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
2
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
Sepakbola
11 jam yang lalu
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
3
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
19 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
4
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Metropolitan
17 jam yang lalu
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
5
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
Sepakbola
11 jam yang lalu
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
6
Rizky Ridho Sebut TC di Bali Perkuat Kekompakan Timnas Indonesia
Sepakbola
12 jam yang lalu
Rizky Ridho Sebut TC di Bali Perkuat Kekompakan Timnas Indonesia
Home  /  Berita  /  Badminton

Mohammad Toha: Dosen Harus Jadi Agen dalam Sosialisasi Empat Pilar MPR

Mohammad Toha: Dosen Harus Jadi Agen dalam Sosialisasi Empat Pilar MPR
Istimewa.
Jum'at, 24 November 2017 01:14 WIB
JAKARTA - Sebanyak 100 dosen perguruan tinggi negeri dan swasta se-Surakarta mulai mengikuti pelatihan untuk pelatih (training of trainers/ToT) Empat Pilar MPR.

Anggota MPR Mohammad Toha secara resmi membuka pelatihan untuk pelatih Empat Pilar MPR itu di Hotel Paragon Solo, Jawa Tengah, Kamis (23/11).

Pembukaan pelatihan untuk pelatih ini dihadiri Wakil Rektor II Universitas Sebelas Maret (UNS) Dr Muhammad Jamin, Sekretraris Daerah (Sekda) kota Surakarta Ir Budi Yulistianto, Kepala Biro Persidangan dan Sosialisasi Setjen MPR Tugiyana, serta para dosen PTN dan PTS se-Surakarta.

Di depan peserta pelatihan, Mohammad Toha mengatakan MPR dengan keterbatasan dana (anggaran) tidak bisa mensosialisasikan Empat Pilar MPR ke seluruh lapisan masyarakat.

Karena itu, MPR menggunakan cara dengan mengadakan pelatihan kepada pelatih untuk para dosen. Dengan cara seperti "multi level marketing" ini, sosialisasi Empat Pilar MPR nanti bisa dilakukan secara mandiri. "Karena sudah ada pelatih hasil dari pelatihan ini," katanya.

Menurut Toha, para dosen yang menjadi peserta pelatihan Empat Pilar MPR ini adalah agen perubahan. Setelah mendapat pelatihan Empat Pilar MPR ini, Toha berharap para dosen bisa menyebarkan ilmu dan pengetahuan tentang Empat Pilar MPR kepada mahasiswa dan lingkungan kampus.

"Dosen ini bisa mengubah mahasiswa, kid zaman now," ujar politisi PKB ini.

Mengapa MPR mensosialisasikan Empat Pilar MPR, lanjut Toha, adalah karena masih banyak warga masyarakat, termasuk mahasiswa tidak mengimplementasikan Empat Pilar MPR.

Padahal Indonesia menghadapi tantangan kebangsaan yang sangat berat. Toha menyebutkan tantangan kebangsaan itu tidak hanya terorisme dan radikalisme tapi juga KKN (korupsi, kolusi dan nepotisme), dan juga narkoba.

Kepada para dosen peserta pelatihan Toha berpesan untuk memberi masukan bagaimana metode agar sosialisasi Empat Pilar MPR bisa menarik dan tepat. Selama ini MPR sudah memakai berbagai metode seperti TOT, outbound, bela negara, seni budaya, dan lainnya.

"Namun hasilnya belum maksimal. Nanti dalam diskusi kelompok agar dibahas metode sosialisasi Empat Pilar MPR supaya bisa diimplementasikan dengan baik," ucapnya.

Sementara itu Wakil Rektor II UNS Muhammad Jamin mengatakan para dosen merupakan unsur strategis dalam sosialisasi Empat Pilar MPR. Para dosen menyiapkan mahasiswa sebagai calon pemimpin bangsa. Dengan peran para dosen itu, kata Jamin, pelatihan untuk pelatih ini sangat penting.

"Harapannya peserta pelatihan ini menjadi agen mensosialisasikan Empat Pilar MPR ke seluruh elemen bangsa," ujarnya.

Kepala Biro Persidangan dan Sosialisasi Setjen MPR Tugiyana dalam laporannya menyebutkan bahwa pelatihan untuk pelatih di Solo ini merupakan kegiatan kedua pada tahun 2017 ini. "Metode pelatihan untuk pelatih ini adalah metode yang lengkap dan komprehensif karena peserta mendapat ceramah dan melakukan pendalaman dalam diskusi kelompok," katanya.

Pelatihan ini diikuti 100 dosen terdiri dari 51 laki-laki dan 49 perempuan dengan melibatkan 15 narasumber anggota MPR. ***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Badminton, Olympic, Voli, Metropolitan, Jawa Tengah
wwwwww