Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
20 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
2
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
19 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
3
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
22 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
4
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
Sepakbola
17 jam yang lalu
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
5
Nyawa Atlet Di Ujung Bantingan (Edisi I)
Non Olympic
20 jam yang lalu
Nyawa Atlet Di Ujung Bantingan (Edisi I)
Home  /  Berita  /  PON

Pemuda Meranti yang Pernah Disamperin Kak Seto Canangkan Program Peduli Orang Gangguan Jiwa

Pemuda Meranti yang Pernah Disamperin Kak Seto Canangkan Program Peduli Orang Gangguan Jiwa
Ilustrasi - net
Sabtu, 09 Desember 2017 09:50 WIB
Penulis: Safrizal
SELATPANJANG - Kepala Sekolah Luar Biasa (SLB) Sekar Meranti Anaksetatah, Rangsangbarat, Syafrizal, mencanangkan program peduli orang gangguan jiwa (OGJ). Program itu rencananya diluncurkan tahun 2019.

Kata Syafrizal, ia hanya mencanangkan program. Sementara untuk menjalankannya, diminta kepada temannya Raden Ulun Permadi Salis alias Uyung untuk membantu. "Saya sibuk di SLB dan SOIna. Mungkin Kang Uyung yang menjalankan program Peduli OGJ ini," kata Syafrizal.

Diakui Syafrizal, program Peduli OGJ ini sebenarnya sudah direncanakan sejak lama. Ia pun sudah berkoordinasi dengan Wakil Bupati Kepulauan Meranti Drs H Said Hasyim, Kadissos Asroruddin, Dinas Kesehatan, dan Kades Anaksetatah.

Adapun hal melatarbelakangi laki-laki yang pernah disamperin Kak Seto ini untuk buat program Peduli OGJ adalah keprihatinannya melihat banyak orang gangguan jiwa.

"Ini murni untuk membantu orang gila atau stress. Kalau kita peduli mungkin mereka bisa normal kembali," ujar Syafrizal.

"Saya pernah menguji mereka dengan makanan dan duit. Mereka masih berfikir layaknya orang normal," tambahnya.

Setelah koordinasinya dengan banyak pihak mendapat tanggapan positif, Syafrizal akan fokus pada penyiapan lahan dan tempat. Daerah pertama direkomendasi untuk tempat pemulihan adalah di Rangsangbarat.

"Pada dasarnya saya tak masalah dimana saja tempat, yang jelas orang gila ini diperhatikan," ujar Syafrizal.

"Setelah ada tempat nantinya, mereka langsung berkomunikasi dengan dokter. Sebab, dokter memiliki program lepas pasung. "Kalau untuk dana, kami dapat kabar dari Kemensos siap membantu Rp500 juta pertahun. Itu yang akan kita usahakan mendapatkannya," katanya. ***

Kategori:PON
wwwwww