Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
Olympic
21 jam yang lalu
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
2
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa 'Geruduk' Imigrasi Jakbar
Umum
21 jam yang lalu
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa Geruduk Imigrasi Jakbar
3
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
Sepakbola
21 jam yang lalu
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
4
Gagal Curi Poin di Bandung, Mundari Karya: Kami Dihukum
Sepakbola
21 jam yang lalu
Gagal Curi Poin di Bandung, Mundari Karya: Kami Dihukum
5
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
Sepakbola
22 jam yang lalu
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
6
Lewat Single "Cinta Baru", Briana Sukses Buka Perhelatan Jakarta Rocktober 2026
Hiburan
21 jam yang lalu
Lewat Single Cinta Baru, Briana Sukses Buka Perhelatan Jakarta Rocktober 2026
Home  /  Berita  /  Olympic

Warga Purwosari 'Digebukin', Gara-gara Protes Bangunan Milik Kepling Tidak Dibongkar

Warga Purwosari Digebukin, Gara-gara Protes Bangunan Milik Kepling Tidak Dibongkar
Ichsan Mahyudi (43), memperlihatkan surat permintaan visum dari Polsek Medan Timur ke RS Pirngadi Medan atas kasus pemukulan yang dilakukan pekerja proyek drainase di Jalan Purwosari, Lingkungan X, Pulo Brayan Bengkel, Kecamatan Medan Timur, Sabtu (9/12/2
Sabtu, 09 Desember 2017 18:24 WIB
Penulis: Wen

MEDAN – Ichsan Mahyudi (43), warga Jalan Purwosari Gg Buntu No 56, Pulo Brayan Bengkel, Kecamatan Medan Timur, menjadi korban pemukulan oknum pekerja proyek pengerjaan drainese Dinas Pekerjaan Umum Kota Medan.

Peristiwa pemukulan ini terjadi, Sabtu (9/12/2017) pagi, lantaran Ichsan memprotes bangunan milik Kepala Lingkungan (Kelpling) di Lingkungan X, Pulo Brayan Bengkel tidak ikut dibongkar.

Keberatan dengan pemukulan itu, Ichsan kemudian melaporkan peristiwa yang dialaminya ke Polsek Medan Timur dan melakukan visum ke Rumah Sakit Umum Pirngadi Medan.

“Bukan saya bermaksud menghalangi pembangunan, apalagi ini untuk kebaikan bersama. Tapi harus adil-lah. Bangunan milik kepling bernama Marasati Aritonang juga harusnya ikut dibongkar. Apalagi bangunan kepling itu permanen dan di atas drainase,” ujar Ichsan kepada wartawan, Sabtu (9/12/2017).

Ichsan menceritakan, Sabtu pagi para pekerja yang mengaku dari Dinas PU Kota Medan, datang ke Lingkungan X, Pulo Brayan Bengkel untuk melakukan pelebaran dan pembersihan drainase dan pembongkaran bangunan yang berada di atas drainase.

Sejumlah alat berat diturunkan, seperti 1 unit beco/escavator, 5 unit truk dan ratusan pekerja.

Hampir seluruh bangunan warga yang berada di atas drainase dibongkar, termasuk drainase di depan usaha depot air isi ulang milik Ichsan. Akan tetapi, sebelum dilakukan pembongkaran, Ichsan memprotes bangunan milik Kepala Lingkungan X yang tidak dibongkar.

Para pekerja melewatkan pembongkaran bangunan milik kepling tersebut. Padahal, jaraknya ke usaha depot air isi ulang milik Ichsan sekitar 300 meter.

“Padahal drainase sebelah kiri dan kanan bangunan milik Kepling itu sudah dibongkar. Tapi bangunan milik kepling dilewatkan tanpa dibongkar. Jadi saya minta ke mereka, kalau mau bongkar dan bersihkan drainase depan bangunan saya, bongkar dulu bangunan kepling itu. Apalagi bangunan milik kepling persis di atas drainase,” ujar Ichsan.

Awalnya protes itu diterima mandor proyek pengerjaan drainase tersebut. Namun beberapa waktu kemudian, sejumlah pekerja kembali datang akan melaksanakan pembongkaran drainase di depan bangunan milik Ichsan.
“Alasan mereka tidak mau membongkar bangunan milik kepling karena kepling orang Pemko. Sebagai Kepling harusnya ikut memberi contoh. Saat ada pekerjaan ini saja, keplingnya tidak ada di tempat. Entah kemana,” imbuh Icsan.

Sempat terjadi perdebatan dengan sejumlah pekerja tersebut. Saat sedang adu argumen itulah, tiba-tiba kepala Ichsan dipukul helm oleh seorang lelaki yang diduga sebagai pengawas lapangan.

“Mungkin dia tidak terima protes saya. Kepala saya dipukul pakai helm. Katanya orang yang mukul saya itu pengawas proyek. Orangnya hitam. Badannya tinggi besar. Dia dipanggil Ade Keling, anggota OKP,” ujar Ichsan.

Tidak terima dengan perlakuan tersebut, dirinya langsung membuat laporan ke Polsek Medan Timur. Petugas kemudian mengarahkannya untuk membuat visum ke RS Pirngadi Medan.

“Saya menuntut keadilan, sampai bangunan milik kepling ikut dibongkar. Makanya saya ingin membawa masalah ini ke ranah hukum. Setelah membuat laporan ke Polek Medan Timur, saya langsung ke RSU Pirngadi untuk membuat visum. Senin besok saya diminta kembali ambil hasil visumnya,” tutup Ichsan.

Editor:Wen
Kategori:Olympic
wwwwww