Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
15 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
2
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Metropolitan
13 jam yang lalu
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
3
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
Kemenpora
9 jam yang lalu
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
4
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
Sepakbola
8 jam yang lalu
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
5
Rizky Ridho Sebut TC di Bali Perkuat Kekompakan Timnas Indonesia
Sepakbola
8 jam yang lalu
Rizky Ridho Sebut TC di Bali Perkuat Kekompakan Timnas Indonesia
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Partisipasi Masyarakat dalam Pengawasan Sangat Urgen

Partisipasi Masyarakat dalam Pengawasan Sangat Urgen
Acara sosialisasi pengawasan pemilu partisipatif bagi OKP/Ormas utuk persiapan pemilu DPR, DPD, DPRD, dan Pemilu Presiden/Wakil Presiden 2019, di Ruang Terbuka Hijau, Hutan Kota Langsa, Rabu (13/12/2017). [Yudi].
Rabu, 13 Desember 2017 15:25 WIB
Penulis: Yudi

LANGSA – Partisipasi masyarakat dalam pengawasan sangat urgen dalam aspek pencegahan pelanggaran pemilu. Karenanya, pengawasan partisipatif akan melengkapi tugas bawaslu dan jajarannya dalam mengontrol penyelenggaraan pemilu yang jujur dan adil di Indonesia khususnya di Kota Langsa.

Demikian disampaikan, Ketua Panwaslu Kota Langsa, Muhammad Khairi, pada acara sosialisasi pengawasan pemilu partisipatif masyarakat bagi OKP/Ormas utuk persiapan Pemilu DPR, DPD, DPRD, dan Pemilu Presiden/Wakil Presiden 2019, di Ruang Terbuka Hijau, Hutan Kota Langsa, Rabu (13/12/2017).

Untuk menjamin terselenggaranya pemilu sesuai dengan azas pemilu dibutuhkan pengawasan partisipatif yang merupakan bentuk dari penggunaan warga negara untuk menjaga hak pilih.

Selain itu, penyelenggaraan pemilu di Indonesia sudah 10 kali dilaksanakan sejak zaman orde baru dimulai pada tahun 1971 sampai dengan 2014.

“Maraknya pelanggaran pemilu pada tahun 1971 terkait pelanggaran manipulasi suara masih terjadi, hingga kemudian UU Pemilu melahirkan lembaga pengawas pemilu yang dikenal dengan bawaslu," tambahnya.

Editor:TAM
Kategori:Metropolitan
wwwwww