Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
Olympic
17 jam yang lalu
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
2
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
Olympic
16 jam yang lalu
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
3
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
Sepakbola
16 jam yang lalu
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
4
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
7 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
5
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
Sepakbola
16 jam yang lalu
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
6
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
Sepakbola
16 jam yang lalu
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
Home  /  Berita  /  Badminton

HNW: Sosialisasi 4 Pilar Momentum untuk Semakin Mengenali Indonesia

HNW: Sosialisasi 4 Pilar Momentum untuk Semakin Mengenali Indonesia
Istimewa.
Rabu, 20 Desember 2017 00:37 WIB
JAKARTA - Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid membuka Sosialisasi Empat Pilar di gedung Bappeda, Provinsi Jambi, pada Selasa (19/12).

Dalam acara yang dihadiri Wakil Gubernur Jambi, Fachrori Umar, anggota MPR RI, Sidi Hermanto Tanjung dan Ketua FPRJ (Forum Peduli Remaja Jambi) ini, Hidayat mengatakan, sosialisasi empat pilar pada tanggal 19 Desember kali ini bertepatan dengan Hari Bela Negara.

"Sosialisasi Empat Pilar kali ini mengingatkan bahwa Indonesia itu dibela oleh berbagai atau banyak pihak, termasuk oleh tokoh partai pada waktu itu yakni, Partai Masyumi. Tokoh Syafruddin Prawiranegara yang mendirikan pemerintah darurat di Sumatera Barat karena ada kekosongan kekuasaan, agar Indonesia tidak dijajah lagi oleh Belanda," kata Hidayat.

Momentum ini menurut Hidayat Nur Wahid, sangat bagus bagi warganegara Indonesia sehingga membuat kita semakin mengenali Indonesia, semakin paham sejarah Indonesia dan semakin mampu membela Indonesia di tengah persoalan kondisi phobia Indonesia bahkan Islam phobia.

"Indonesia ada karena tokoh-tokoh Islam dan tokoh kebangsaan," katanya.

Hidayat menjelaskan, sosialisasi empat pilar ini untuk menyegarkan kembali ingatan pada sejarah Indonesia. "Kita harus berada dalam jalan moderat, tidak berada pada Islam phobia dan Indonesia phobia," jelasnya.

Menurutnya, Indonesia adalah warisan para ulama yang hebat. "Kita harus mengenali Indonesia, karena tak kenal maka tak sayang," tandasnya.

Ia juga mengatakan, bela negara dihadirkan karena gabungan semua unsur seperti, umat Islam dan tokoh kebangsaan dalam menghadapi tantangan ke depan yakni, separatisme, radikalisme, komunisme, atheisme dan liberalisme.

"Ini sebuah momentum memahami yang baik dan benar tentang Indonesia melalui Sosialisasi Empat Pilar dalam menghadapi separatisme, radikalisme, komunisme, atheisme dan liberalisme," katanya.

Di sisi lain, implementasi Sosialisasi Empat Pilar dalam kehidupan mahasiswa, jangan dibayangkan sebagai suatu yang rumit.

"Bila sudah mengamalkan maka kita sudah melaksanakan dalam kehidupan sehari-hari. Ini realita sehari-hari, bukan menara gading yang sulit dijangkau," tandasnya. ***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Badminton, Olympic, Voli, Metropolitan, DKI Jakarta
wwwwww