Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
Olympic
17 jam yang lalu
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
2
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
Olympic
16 jam yang lalu
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
3
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
Sepakbola
16 jam yang lalu
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
4
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
7 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
5
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
Sepakbola
16 jam yang lalu
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
6
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
Sepakbola
16 jam yang lalu
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
Home  /  Berita  /  Badminton

HNW Dukung Moeffreni Moe'min Jadi Pahlawan Nasional

HNW Dukung Moeffreni Moemin Jadi Pahlawan Nasional
Istimewa.
Rabu, 20 Desember 2017 00:31 WIB
JAKARTA - Lembaga Kebudayaan Betawi (LKB) melakukan audensi dengan Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid (HNW), di Lt. 9, Gedung Nusantara III, Komplek Gedung MPR/DPR/DPD, Jakarta.

Delegasi yang dipimpin oleh Sekretaris LKB Ahmad Syaroni meminta dukungan kepada HNW terkait rencana pengusulan Moeffreni Moe’min sebagai pahlawan nasional.

Dikatakan oleh Ahmad Syaroni, Moeffreni sosok yang lahir 12 Februari 1921 di Jakarta itu mempunyai peran yang besar dalam sejarah perjuangan bangsa. Dalam masa penjajahan Jepang, ia pernah mendapat pelatihan militer di PETA.

Dalam masa selanjutnya, dirinya anggota Batalion PETA di bawah komandan Kasman Singodimedjo. Saat Indonesia diproklamasikan pada 17 Agustus 1945 di Jl. Pegangsaan, Jakarta, bersama Latief Hendradiningrat mengamankan lokasi tempat di mana kemerdekaan itu dinyatakan. "Ia melatih kemiliteran pada pemuda Menteng pada saat itu," ujarnya.

Dalam suasana genting, Moeffreni dipilih menjadi Panitia Rapat Raksasa di Lapangan Ikada, 19 September 1945. "Yang menjemput dan mengantar kembali Soekarno dan Hatta di lapangan Ikada adalah Moeffreni," ujarnya.

Karier militer Moeffreni di dunia militer terbilang sukses. Diungkapkan oleh Ahmad Syaroni, jenderal-jenderal TNIAD seperti Achmad Yani, MT Haryono, dan Sarwo Edy pernah dilatih dan menjadi bawahannya saat di BKR/TKR/TRI.

Sebagai seorang tentara, Moeffreni sering terlibat dalam pertempuran untuk mempertahankan dan atau merebut pertahanan Indonesia. "Ia pernah merebut tangsi militer Belanda di Cilandak," paparnya.

Akibat yang demikian, ia pernah dipenjara oleh NICA di Pulau Nusa Kambangan pada tahun 1948-1950.

Dikatakan oleh Ahmad Syaroni, AM Fatwa mengatakan Moeffreni adalah sosok yang bersahaja, sederhana, dan ramah. "Ia menyapa duluan kalau bertemu," ujar Fatwa ditirukan oleh Ahmad Syaroni.

Keinginan untuk menjadikan pria yang meninggal dunia pada 27 Juni 1996 sebagai pahlawan nasional itu didukung oleh HNW. Menurutnya perjuangan yang dilakukan oleh Moffreni konkret.

"Ia bisa menghadirikan anak buah yang unggul dan sukses," ujarnya.

Meski demikian diakui Moeffreni adalah sosok yang sederhana dan tak mau menonjolkan diri. "Saya siap membantu dalam pengurusan menjadi pahlawan nasional," ungkapnya. ***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Badminton, Olympic, Voli, Metropolitan, DKI Jakarta
wwwwww