Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
15 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
2
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Metropolitan
13 jam yang lalu
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
3
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
Kemenpora
8 jam yang lalu
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
4
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
Sepakbola
8 jam yang lalu
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
5
Rizky Ridho Sebut TC di Bali Perkuat Kekompakan Timnas Indonesia
Sepakbola
8 jam yang lalu
Rizky Ridho Sebut TC di Bali Perkuat Kekompakan Timnas Indonesia
Home  /  Berita  /  Badminton

Asep Saputra Jadi Match Commisioner di Piala Asia U 23/2018

Asep Saputra Jadi Match Commisioner di Piala Asia U 23/2018
Istimewa.
Kamis, 21 Desember 2017 15:27 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Meski Timnas Indonesia gagal hadir di putaran final Piala Asia U-23 2018 yang digelar di China pada 9-17 Januari 2018, tapi tetap mengirimkan wakilnya di hajatan yang sudah digelar untuk ketiga kalinya itu. Adalah Asep Saputra yang akan mewakili Indonesia di ajang yang akan diikuti 16 negara tersebut.

Pada Piala Asia U-23 2018, pria berkacamamata ini dipercaya sebagai match commissioner atau pengawas pertandingan. Prestasi tersebut jelas membanggakan. Patut diketahui, dalam lima tahun terakhir, belum ada match commissioner asal Indonesia yang dipercaya AFC bertugas di ajang resmi induk organisasi terbesar di Asia tersebut. “Alhamdulillah. Ini kepercayaan yang luar biasa. Mudah mudahan bisa menjaga nama baik Indonesia,” kata Asep.

Untuk mendapatkan kepercayaan tersebut, menurut Asep, memang tak mudah. Ada proses berliku dan memakan waktu. Sebelumnya, ada seleksi yang diikuti oleh 80 match commissioner yang berasal dari beragam negara Asia. Mereka diwajibkan menjalani seleksi khusus secara ketat dan tanpa kecuali.

Seleksi tersebut meliput tes pemahaman regulasi pertandingan, kemampuan diskusi, debat, dan ujian secara tertulis. Dari 80 peserta yang ikut seleksi tersebut, dipilih empat match commissioner yang akan bertugas. Asep yang baru berumur 34 tahun itu pun, akhirnya terpilih.

Selain Asep, ada Sanjay Kumar (India), Mohammad Saeed Hasan Alhattiwi (UEA), dan Lee Seunghwan (Korea Selatan). Dari empat nama tersebut, khusus untuk Asep dan Sanjay Kumar, termasuk yang masuk kategori pendatang baru alias debut.

Lantas apa yang membuat Asep bisa mengikuti semua seleksi dengan lancar? “Karena sebagian besar materi ujiannya merupakan dinamika sepak bola yang ada di Indonesia. Jadi, saya sudah merasakannya secara langsung,” jelas pria yang juga komentator sepak bola tersebut.

Asep benar. Ia memang paham dengan dinamika sepak bola nasionalnya. Bahkan, sampai mendetail. Pasalnya, dalam kesehariannya, ia berada di Liga Indonesia Baru (LIB) sebagai manajer kompetisi.

"Banyak kasus, kejadian, fakta menarik, fakta positif maupun negatif yang akhirnya membuka mata saya sehingga bisa mengikuti semua tes dengan lancar,” ujarnya. ***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Badminton, Olympic, Voli, Non Olympic, DKI Jakarta
wwwwww