Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
Kemenpora
12 jam yang lalu
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
2
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
Sepakbola
11 jam yang lalu
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
3
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
19 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
4
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Metropolitan
17 jam yang lalu
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
5
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
Sepakbola
11 jam yang lalu
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
6
Rizky Ridho Sebut TC di Bali Perkuat Kekompakan Timnas Indonesia
Sepakbola
12 jam yang lalu
Rizky Ridho Sebut TC di Bali Perkuat Kekompakan Timnas Indonesia
Home  /  Berita  /  PON

Jalan Alai - Mengkikip Tak Kunjung Tuntas, Said Hasyim Sarankan Bikin Jalur Baru

Jalan Alai - Mengkikip Tak Kunjung Tuntas, Said Hasyim Sarankan Bikin Jalur Baru
Kondisi jalan poros Alai - Mengkikip (foto dari internet)
Kamis, 21 Desember 2017 20:02 WIB
Penulis: Safrizal
SELATPANJANG - Meski sudah menelan anggaran lebih Rp100 miliar, jalan poros Alai - Mengkikip untuk membuka isolasi Kepulauan Meranti tak kunjung tuntas. Saran untuk mengubah jalur baru pun disampaikan ke Gubernur Riau, Andi Rahman.

Hal itu disampaikan Wakil Bupati Kepulauan Meranti Said Hasyim kepada Andi Rahman.

Kepada orang nomor 1 di Riau itu, Said Hasyim menyampaikan kondisi jalan Alai - Mengkikip yang terus amblas dan hingga saat ini masih terbengkalai. Padahal, kata Said Hasyim, dana yang dikucurkan sudah hampir Rp100 Miliar.

"Untuk membuka isolasi Kepulauan Meranti, jalur harus dipindahkan ke lokasi yang baru, Air Mabuk - Putong," kata Said Hasyim.

Jika jalur Air Mabuk - Putong itu bisa dituntaskan, Said Hasyim optimis Kepulauan Meranti bisa lebih maju dengan segala potensi yang telah dimiliki. Begitu juga angka kemiskinan yang mencapai 33 persen, dapat segera ditekan.

"Pada dasarnya potensi Meranti sangat luar biasa, baik dari segi perkebunan, perikanan, peternakan darat, laut dan lainnya. Namun karena kondisi Meranti yang masih terisolasi, menyulitkannya untuk maju," ujar Said Hasyim.

Pada kesempatan itu, Said Hasyim juga berharap kepada Gubri Andi Rachman memberikan alokasi APBD lebih untuk Kepulauan Meranti. Sebab, sebagai kabupaten termuda dengan tingkat kemiskinan tertinggi di Riau, sangat membutuhkan perhatian lebih. Apalagi dengan letak geografis berpulau, Meranti butuh dana yang tak sedikit untuk membangun.

"Kita harapkan juga bantuan dari Pemprov untuk pengembangan perkebunan misal pembangunan sentra pembibitan hortikultura dan peternakan dengan memanfaatkan pakan yang diolah dari limbah Sagu di setiap pulau," harap Said Hasyim.

Menyikapi usulan dan masukan dari Said Hasyim, orang nomor satu di Provinsi Riau itu berjanji akan mencoba membantu. Salah satunya pemindahan pembangunan akses jalan Mengkikip - Alai ke Putong - Air Mabuk. Ini lebih menjanjikan karena jarak tempuh lebih pendek dan menghemat biaya. ***

Kategori:PON
wwwwww