Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
Hukum
15 jam yang lalu
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
2
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
Umum
12 jam yang lalu
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
3
Iwan Bule Dukung Kapolri Suyudi Usut Tuntas Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
Hukum
16 jam yang lalu
Iwan Bule Dukung Kapolri Suyudi Usut Tuntas Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
4
BPS Umumkan Angka Pengangguran Terbaru, Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penyelamat Tenaga Kerja Nasional
Umum
12 jam yang lalu
BPS Umumkan Angka Pengangguran Terbaru, Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penyelamat Tenaga Kerja Nasional
5
NOC Indonesia Perkuat Kolaborasi dengan ITTF, IPL Siap Gelar WTT Youth 2027 di Bali
KOI
16 jam yang lalu
NOC Indonesia Perkuat Kolaborasi dengan ITTF, IPL Siap Gelar WTT Youth 2027 di Bali
6
‎Adi Kurnia Setiadi: Bongkar Tuntas Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo
Hukum
13 jam yang lalu
‎Adi Kurnia Setiadi: Bongkar Tuntas Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo
Home  /  Berita  /  PON

Wanita Remaja Penyandang Disabilitas Dilatih Menghadapi Bencana

Wanita Remaja Penyandang Disabilitas Dilatih Menghadapi Bencana
Remaja penyandang disabilitas dilatih tentang perubahan iklam dan bencana. [Ist]
Senin, 25 Desember 2017 08:01 WIB

BANDA ACEH - Sebagai bagian dari peringatan 13 tahun tsunami Aceh, tiga lembaga menginisiasi para wanita remaja disabilitas muda agar peka terhadap perubahan iklim, dan potensi bencana yang mengintai Aceh. Selain itu agar mereka menyadari pentingnya kesiapsiagaan sejak dini.

Kegiatan ini dilakukan oleh Forum Pengurangan Risiko Bencana, Lembaga Riset Natural Aceh dan Komunitas Sandal Jepit. Acara ini berlangsung sehari penuh di Escape Building Deah Glumpang dan menghadirkan beberapa pemateri dari FIM Aceh dan Hibeuna Unsyiah.

“Perubahan iklim dan bencana adalah sesuatu yang sangat memengaruhi kita, terutama terhadap kelompok berkebutuhan khusus. Hal ini sekecil apapun sangat memengaruhi aktivitas dan kebutuhan mereka,” kata Program Manajer YWU, Puteri Handika.

Oleh karena itu, diakatakan pihaknya mengadvokasi bahwa mereka memiliki hak untuk berkampanye dan menuntut pemangku kepentingan membuat perubahan dan tindakan untuk mengurangi dampak tersebut bagi mereka.

Ketua Natural Aceh, Zainal Abidin Suarja, juga mengharapkan bahwa isu perubahan iklim bisa bersifat inklusi di Aceh. “Jika pemerintah, institusi, organisasi melaksanakan kegiatan-kegiatan bertema perubahan iklim dan mitigasi mohon melibatkan kelompok wanita  penyandang disabilitas, karena mereka adalah bagian rentan dari yang paling beresiko dari perubahan iklim,” katanya.

Editor:TAM
Kategori:PON
wwwwww