Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
Hukum
14 jam yang lalu
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
2
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
Umum
11 jam yang lalu
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
3
Iwan Bule Dukung Kapolri Suyudi Usut Tuntas Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
Hukum
15 jam yang lalu
Iwan Bule Dukung Kapolri Suyudi Usut Tuntas Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
4
BPS Umumkan Angka Pengangguran Terbaru, Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penyelamat Tenaga Kerja Nasional
Umum
11 jam yang lalu
BPS Umumkan Angka Pengangguran Terbaru, Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penyelamat Tenaga Kerja Nasional
5
NOC Indonesia Perkuat Kolaborasi dengan ITTF, IPL Siap Gelar WTT Youth 2027 di Bali
KOI
15 jam yang lalu
NOC Indonesia Perkuat Kolaborasi dengan ITTF, IPL Siap Gelar WTT Youth 2027 di Bali
6
‎Adi Kurnia Setiadi: Bongkar Tuntas Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo
Hukum
12 jam yang lalu
‎Adi Kurnia Setiadi: Bongkar Tuntas Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo
Home  /  Berita  /  Riau

Harga CPO Tertekan Penurunan Ekspor Minyak Sawit Malaysia

Harga CPO Tertekan Penurunan Ekspor Minyak Sawit Malaysia
Ilustrasi. (Internet)
Senin, 25 Desember 2017 07:59 WIB
Penulis: Ratna Sari Dewi
PEKANBARU - Harga komoditas minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) tertekan akibat rendahnya permintaan dan penurunan ekspor minyak sawit Malaysia.

Kepala Seksi Pengolahan dan Pemasaran Perkebunan Mutu, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Riau, Dedi Yasmono mengatakan, data survei kargo Intertek Testing Services menunjukkan angka ekspor CPO Malaysia periode 1-15 Desember turun 9,6 persen menjadi 596.862 ton dibanding periode sama bulan sebelumnya.

Hal lain yang juga mempengaruhi adalah jatuhnya harga minyak kedelai sebagai produk subtitusi. Yang mana, kontrak minyak kedelai bulan Januari di Chicago Board of Trade ditutup melemah 0,20 persen, di Dalian Commodity Exchange, harga minyak kedelai juga berakhir turun 0,20 persen.

"Minyak kelapa sawit turun seiring dengan turunnya harga minyak kedelai," urai Dedi di Pekanbaru, Senin (25/12/2017).

Selain itu, lanjut Dedi, naiknya nilai mata uang ringgit terhadap dolar AS juga ikut mempengaruhi harga CPO dunia.

"Penguatan ringgit selama sepekan ini membebani harga CPO," tandasnya. ***

Kategori:Ekonomi, Riau, Voli
wwwwww