Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Sultan Najamudin: Jangan Cuma Paket Pelatihan, Hentikan Program Kartu Prakerja
Politik
4 jam yang lalu
Sultan Najamudin: Jangan Cuma Paket Pelatihan, Hentikan Program Kartu Prakerja
2
Soal Subsii Klub, Akhmad Hadian: PT LIB Tetap Komitmen
Sepakbola
23 jam yang lalu
Soal Subsii Klub, Akhmad Hadian: PT LIB Tetap Komitmen
3
Pemain Persib Bandung Jalani Swab Jelang Latihan Bersama
Sepakbola
23 jam yang lalu
Pemain Persib Bandung Jalani Swab Jelang Latihan Bersama
4
Birrul Walidan Tambah Porsi Latihan
Sepakbola
23 jam yang lalu
Birrul Walidan Tambah Porsi Latihan
5
Meski Pandemi, Himbara Pastikan KUR UMKM untuk Penyelamatan Ekonomi Nasional Berjalan Sesuai Target
Ekonomi
21 jam yang lalu
Meski Pandemi, Himbara Pastikan KUR UMKM untuk Penyelamatan Ekonomi Nasional Berjalan Sesuai Target
6
Dedi Kusnandar Siap Jalani Latihan Perdana Persib Bandung
Sepakbola
23 jam yang lalu
Dedi Kusnandar Siap Jalani Latihan Perdana Persib Bandung
Home  /  Berita  /  Sumatera Utara
Golkar dan Nasdem 'Banting Setir' Dukung Edy Rahmayadi

Tengku Erry Menuai Simpati Nitizen di Sosmed

Sabtu, 06 Januari 2018 13:44 WIB


Erri Rahman di akun Facebooknya mencoba memberikan semangat dengan memublis status di wall-nya; “Masih Ada Kesempatan Pak Erry. Begitu mendengar Nasdem melepaskan Erri Nuradi Sebagai Balon Gubsu, Sontak masyarakat tercengang. Muncul beragam pertanyaan dan pernyataan. Kok bisa? Pak Erri kan ketua? Cemananya Partainya? Ini Partai Cari Selamat Aja? Dan banyak perbincangan lainnya. Bahkan kemudian kabar ini ternyata tidak hanya di konsumsi oleh warga di Sumut saja. Bahkan gembor sampai ibukota. Beberapa sahabatku di Jakarta bahkan meneleponku langsung untuk menanyakan hal itu. Kasihan sekali Pak Erry itu.. Kok bisa ya. Pertanyaan itu muncul berulang ulang. Kondisi ini sungguh menggugah hati”.

Dosen Sosiologi Politik Fisip Universitas Muhammdiyah Sumatera Utara (UMSU) Shohibul Anshor memberikan tanggapannya terkait Golkar dan Nasdem yang menarik dukungan dari Tengku Erry Nuradi dan berbalik mengusung Edy Rahmayadi.

“What made it so easy? How easy you conquer your enemy whitout war? Sirkus tak memperagakan srigala. Di atas pentas selalu ada singa, harimau dan gajah. Ketiganya piaraan mereka,” ujar Shohibul.

Koordinator Umum Pengembangan Basis Sosial Inisiatif dan Swadaya (nBASIS) ini juga mengatakan, kebijakan tiap Partai Politik (Parpol) di Indonesia sepenuhnya ada ditangan elit pilitik di Jakarta. Parpol di tingkat provinsi dan Kabupaten/Kota adalah saluran semata yang tidak memiliki hak penuh dalam menentukan suatu kebijakan.

“Parpol adalah Jakarta atau elit Jakarta. Daerah dan cabang adalah mengejawantahan pemikiran elit Jakarta dan mereka di daerah dan cabang tidak boleh berfikir, bertindak selian yang disukai oleh elit Jakarta. Memang dalam kondisi seperti ini, rakyat tidak berhak menentukan siapa pemimpin mereka. Mereka hanya memilih figur dan pasangan yang sudah di pilih Jakarta,” tambah Shohibul.

Celakanya, sebut Shohibul, factor penentu seseorang menjadi calon usungan partai hanya dua. Pertama “How much money do you have (Red: Berapa uang Anda) dan Kedua; “How close you to Amang boru and Namboru in Jkarta (Red: Seberapa dekat Anda dengan penentu kekuasaan partai di Jakarta).

“Itulah sebabnya tidak ada atau sulit memperoleh Kepala Daerah yang menjadi idola rakyat. Jika ada pun yan diidolakan, saya yakin itu hanya karena rekayasa mainstream media. Jangan lupa, ini semua menjadi dasar bagi korupsi daerah. Lucunya KPK tak berani menohok ini,” tutup Shohibul.

Editor:Wen
Kategori:Sumatera Utara, Politik

wwwwww