Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
Hukum
15 jam yang lalu
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
2
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
Umum
12 jam yang lalu
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
3
BPS Umumkan Angka Pengangguran Terbaru, Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penyelamat Tenaga Kerja Nasional
Umum
13 jam yang lalu
BPS Umumkan Angka Pengangguran Terbaru, Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penyelamat Tenaga Kerja Nasional
4
Iwan Bule Dukung Kapolri Suyudi Usut Tuntas Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
Hukum
16 jam yang lalu
Iwan Bule Dukung Kapolri Suyudi Usut Tuntas Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
5
NOC Indonesia Perkuat Kolaborasi dengan ITTF, IPL Siap Gelar WTT Youth 2027 di Bali
KOI
16 jam yang lalu
NOC Indonesia Perkuat Kolaborasi dengan ITTF, IPL Siap Gelar WTT Youth 2027 di Bali
6
‎Adi Kurnia Setiadi: Bongkar Tuntas Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo
Hukum
14 jam yang lalu
‎Adi Kurnia Setiadi: Bongkar Tuntas Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo
Home  /  Berita  /  PON

Lagi, Pupuk Bersubsidi ‘Hilang’ di Aceh Barat Daya

Lagi, Pupuk Bersubsidi ‘Hilang’ di Aceh Barat Daya
Foto ilustrasi. {Istimewa Net]
Kamis, 11 Januari 2018 16:32 WIB
Penulis: T Musnizar

BLANG PIDIE - Kelangkaan pupuk bersubsidi jenis NPK Ponskha, ZA dan SP-36 kembali terjadi di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya). Peristiwa klasik ini sangat meresahkan petani yang saat ini sangat membutuhkan pemupukan pada tanaman padi yang baru ditanam.

Dari informasi yang dihimpun GoAceh, selama Januari 2018 ini stok ketiga jenis pupuk bersubsidi tersebut tidak tersedia lagi di kios-kios pengecer resmi di dalam kabupaten setempat. Di sejumlah kios pengencer hanya tersedia pupuk urea, meskipun dalam jumlah terbatas.

Salah seorang petani di kawasan Suak, Marhaban mengaku dirinya sangat kesulitan untuk mendapatkan pupuk bersubsisdi, baik jenis phonska 15-15 maupun jenis-jenis lainnya. “Kalau adapun harganya sangat mahal,” sebutnya.

Disebutkannya, pupuk bersubsidi yang ada di kios-kios pengencer saat ini dijual dengan harga di atas harga eceran tertinggi (HET) mencapai Rp180 ribu hingga Rp200 ribu per sak. “Banyak petani terpaksa membeli pupuk urea, itupun sangat terbatas,” katanya.

Kelangkaan pupuk bersubsidi itu, tambah Marhaban semakin menjadi-jadi akibat ulah pedagang yang tidak menjualnya pada warga yang membutuhkan dengan alasan pupuk tersebut harus diberikan dulu pada orang-orang yang lebih duluan menyetor uang.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Distanpan) Abdya, Muslim mengaku belum mengetahui jumlah jatah pupuk bersubsidi untuk kabupaten setempat pada tahun 2018. "Saya belum mengetahui jumlah pupuk bersubsidi jatah Abdya, sebab SK pupuk bersubsidi itu baru tadi diterima oleh Dinas, jadi nanti saya lihat, dan saya informasikan jumlahnya," singkatnya.

Editor:Kamal Usandi
Kategori:PON
wwwwww