Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
Umum
11 jam yang lalu
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
2
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
Metropolitan
17 jam yang lalu
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
3
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
Hukum
16 jam yang lalu
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
4
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
Ekonomi
9 jam yang lalu
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
5
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
Olympic
6 jam yang lalu
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
6
Kecerdikan Igor Tolic Baca Arah Permainan Melbourne Victory
Sepakbola
6 jam yang lalu
Kecerdikan Igor Tolic Baca Arah Permainan Melbourne Victory
Home  /  Berita  /  Badminton

Wiranto Sudah Tahu Soal Mosi tidak Percaya ke Oso

Wiranto Sudah Tahu Soal Mosi tidak Percaya ke Oso
Istimewa
Senin, 15 Januari 2018 12:45 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Mosi tidak percaya terhadap Oesman Sapta Odong (OSO) selaku Ketua Umum Partai Hanura bergulir dari DPP maupun DPC. Hal ini kemudian direpson oleh Partai dengan menetapkan Marsekal Mayjen (purn) Daryatmo sebagai plt Ketua Umum Hanura.

Mengenai surat pemecatan OSO, Wakil Ketua Umum DPP Wisnu Dewanto menyataka hal tersebut sedang diproses. Surat pemecatan sudah dikirimkan kepada pihak dewan pembina. "Surat sudah keluar sedang kita proses. Pak Wiranto sebagai Ketua Dewan Pembina berpesan bahwa kita harus berpegang teguh pada AD/ART," ujar Wisnu di Hotel Ambhara, Senin (15/1).

Wiranto disebut meminta partai untuk berpegang teguh pada aturan. Dirinya mempertegas semua yang dilakukan harus berpegang teguh pada aturan. "Pak Wiranto sudah mengetahui," tegas Wisnu.

Mosi tidak percaya untuk OSO sendiri dilaporkan oleh 27 DPP dan lebih dari 400 DPC kepada Sekjen partai. OSO disebut melanggar berbagai mekanisme yang ada di partai dan tidak menjalankan AD/ART dengan benar.

Mekanisme yang dilanggar diantaranya mengenai keuangan partai, pengangkatan dan pemecatan ketua, serta dukungan ganda bagi pasangan calon untuk pemilihan umum. Hal ini dikeluhkan oleh kader partai Hanura.

Mengenai Munaslub, Wisnu mengatakan akan dilakukan secepatnya. Hal ini perlu dilakukan agar jangan sampai masalah tersebut mengganggu proses Pilkada.***

wwwwww