Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
23 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Kemenpora
16 jam yang lalu
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
3
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
Nasional
14 jam yang lalu
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
4
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
Kemenpora
16 jam yang lalu
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
5
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
Kemenpora
16 jam yang lalu
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
6
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
23 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Home  /  Berita  /  PON

Ekspor Senjata Rusia Capai Rp 202 Triliun selama 2017

Ekspor Senjata Rusia Capai Rp 202 Triliun selama 2017
Presiden Venezuela Nicolas Maduro mencoba senapan buatan Rusia saat latihan militer bersama kedua negara di Carcas, Januari 2017 lalu.(Juan Barreto / AFP)
Kamis, 08 Februari 2018 14:01 WIB

MOSKWA - Rusia mencatatkan total transaksi sekitar 15 miliar dolar AS (sekitar Rp 202 triliun) dalam penjualan senjataselama 2017. Nilai tersebut hampir sama dengan capaian tahun sebelumnya.

Menurut laporan Rosoboronexport, badan negara Rusia yang bertanggung jawab atas ekspor militer, selama 2017 mereka telah menandatangani kontrak senilai 15 miliar dolar AS dengan pembeli dari 53 negara.

"Hasil itu menjadikan Rusia tetap mempertahankan posisinya sebagai pengekspor dominan di pasar senjata dunia," kata CEO Rosoboronexport, Alexander Mikheev dalam sebuah pernyataan, Rabu (7/2/2018).

Mengutip AFP, daripada dalam hal jumlah transaksi, peningkatan yang dicapai Rusia dalam ekspor senjata dibanding tahun sebelumnya adalah dari klien yang hanya 52 negara pada 2016.

Menurut data dari Institut Penelitian Perdamaian Internasional Stockholm (Sipri), yang didedikasikan untuk meneliti konflik, persenjataan, kontrol senjata dan pelucutan senjata, AS menduduki peringkat teratas eksportir senjata dunia antara tahun 2012 dan 2016, dengan pangsa pasar 33 persen.

Sementara, Rusia hanya menempati peringkat kedua dengan 23 persen, diikuti China (6,2 persen) dan Perancis (6 persen).

Rusia telah lama menjadi pemasok senjata untuk India dan China. Beberapa tahun terakhir juga menyediakan persenjataan untuk rezim Suriah yang didukung Kremlin.

"Meski ada tekanan yang belum pernah terjadi sebelumnya dari sejumlah negara Barat, serta cara persaingan tidak adil yang mereka gunakan, kami berhasil memasuki pasar baru," tambah Mikheev dalam pernyataannya.

Dia menyebut sejumlah klien baru tersebut berada di wilayah Asia Pasifik dan juga Timur Tengah, namun tidak memberikan rincian lebih spesifik.

Tahun ini, kesepakatan persenjataan Rusia dengan AS dipastikan menurun, menyusul larangan yang dikeluarkan Washington kepada pemerintah untuk berurusan dengan 39 perusahaan senjata asal Rusia.

Editor:Kamal Usandi
Sumber:kompas.com
Kategori:Aceh, PON
wwwwww