Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
21 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Kemenpora
14 jam yang lalu
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
3
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
Nasional
12 jam yang lalu
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
4
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
Kemenpora
13 jam yang lalu
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
5
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
Kemenpora
14 jam yang lalu
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
6
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
21 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Home  /  Berita  /  Badminton

Oesman Sapta Ajak Mahasiswa UNP Sumbar Belajar dari Pengalaman Hidup

Oesman Sapta Ajak Mahasiswa UNP Sumbar Belajar dari Pengalaman Hidup
Ketua DPD RI, Oesman Sapta usai memberikan kuliah umum di UNP Padang. (istimewa)
Kamis, 08 Februari 2018 14:03 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Oesman Sapta mengajak generasi muda untuk tidak berhenti berjuang dan belajar dari pengalaman hidup.

Hal ini disampaikannya pada acara Expert Sharing "Belajar dari Broadcaster Senior" yang digelar dalam rangka hari pers nasional 2018 di Auditorium Univeritas Negeri Padang (UNP), Rabu, 8/2/18.

Menurutnya pendidikan di bangku sekolah sangat penting. Namun, pengalaman juga penting. Maka itu, generasi muda diharapkan tidak hanya sekedar membaca dan mencatat saja tetapi mau mempraktekkannya dalam kehidupan sehari-hari.

"Kalau hanya mencatat dan belajar di buku tapi tidak mempraktekkannya maka tidak akan berarti apa-apa. Generasi muda mesti terus menerus memperhatikan dan mempelajari tentang kehidupan," ujarnya.

Dihadapan para mahasiswa, Oesman Sapta menceritakan pengalaman pribadinya yang penuh perjuangan dalam meniti kehidupan baik pahit dan manis dahulu. Perjuangan hidupnya yang keras sedari untuk mencari uang guna membantu orangtuanya.

"Saya waktu kecil untuk mencari uang harus berjualan rokok di seputaran pelabuhan. Lalu banting setir menjadi buruh pengangkut karet. Semua pahit dan getirnya kehidupan saya jalani dengan tak kenal kata menyerah. Itulah kehidupan yang harus saya hadapi, " tegasnya.

Tambahnya, generasi muda bukan hanya membutuhkan keberanian untuk mencoba hal baru, tapi juga harus memiliki kecerdasan membangun sistem.

"Membangun sistem ke depan dapat dilakukan melalui langkah 5S yakni Strategi yang tepat, Struktur organisasi seperti apa yang harus kita bangun, Skill dalam organisasi, Sistem yang terbangun dengan baik, dan Speed yang tinggi untuk mencapai target yang diinginkan," katanya.

Sementara itu, Rektor Universitas Negeri Padang (UNP), Prof. Ganefri mengatakan melihat perkembangan teknologi dan informasi yang begitu pesat, dunia pendidikan harus turut berbenah dan menyesuaikan dengan zaman.

Begitu juga dengan UNP yang tengah melakukan berbagai perubahan termasuk reproduksi kurikulum pembelajaran dengan menggunakan teknologi dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan.

"Kita akan meningkatkan kualitas pembelajaran dengan menggunakan teknologi yang berkembang dengan pesat," ujarnya.

Meskipun, menurutnya, pembelajaran tidak dapat sepenuhnya diserahkan kepada teknologi. Tetap dibutuhkan sentuhan dosen agar berlangsung dengan maksimal.

"Sentuhan dosen tetap diperlukan dalam pembelajaran meskipun perkembangan teknologi yang begitu pesat dapat diterapkan dalam pola pendidikan," tambahnya. ***

wwwwww