Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
Olympic
22 jam yang lalu
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
2
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa 'Geruduk' Imigrasi Jakbar
Umum
22 jam yang lalu
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa Geruduk Imigrasi Jakbar
3
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
Sepakbola
21 jam yang lalu
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
4
Gagal Curi Poin di Bandung, Mundari Karya: Kami Dihukum
Sepakbola
21 jam yang lalu
Gagal Curi Poin di Bandung, Mundari Karya: Kami Dihukum
5
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
Sepakbola
22 jam yang lalu
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
6
Lewat Single "Cinta Baru", Briana Sukses Buka Perhelatan Jakarta Rocktober 2026
Hiburan
22 jam yang lalu
Lewat Single Cinta Baru, Briana Sukses Buka Perhelatan Jakarta Rocktober 2026
Home  /  Berita  /  Sumatera Utara

Sebelum Ditangkap, Buronan Terpidana Madison Silitonga Sembunyi di Atap Rumah

Sebelum Ditangkap, Buronan Terpidana Madison Silitonga Sembunyi di Atap Rumah
Sabtu, 17 Februari 2018 17:43 WIB
Penulis: Indra BB
MEDAN - Terpidana yang juga buronan Madison Silitonga sempat bersembunyi di atap rumah saat mengetahui Tim Intelijen Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) datang ke kediamannya. Dia bahkan melompati dinding bagian belakang rumah setinggi 3 meter.

Penangkapan dipimpin oleh Asintel Kejatisu, Idianto, SH, MH. Dia dibantu oleh Kasi Idpolhankam Intelijen Kejatisu, Oki Yudhatama, SH,MH serta jaksa di bidang intelijen, Yosgernold T, SH,MH dan tim intelijen Kejatisu lainnya.

"Kita saat melakukan penangkapan terpidana Madison Silitonga sempat berusaha kabur dengan sembunyi di atap rumah dan melompat dinding bagian belakang rumah setinggi 3 meter.akibatnya dia mengalami luka pada bagian tangan sebelah kanan, namun berhasil ditangkap oleh anggota tim yang sudah berjaga,"ucap Asisten Intelijen Kejatisu, Idianto SH,MH, Sabtu (17/2/2018).

Tim berhasil menangkap , di kediaman miliknya Jalan Sei Blumai No. 25/14 Kel. Babura Kec. Medan baru Kota Medan, Jumat (16/2/2018) sekira pukul 22.45 WIB atas kasus korupsi Pengadaan Tanah di Kementerian Pekerjaan Umum Tahun Anggaran 2004 yang merugiakan negara Rp 5 miliar.

"Dia dihukum tiga tahun penjara dengan denda sebesar Rp 50 juta dalam kasus tersebut. Hukuman ini sudah inkraht pada tahun 2006 berdasarkan putusan MA No. 441/K.Pid/2006/MA tgl 10 Agustus 2006 dan putusan PK Nomor 61.PK/Pid.Sus/2008 tgl 16 September 2008," ujarnya.

Idianto menerangkan selama proses persidangan, mantan Pimpinan bagian proyek pengendalian banjir dan pengamanan Pantai Medan dan sekitarnya pada Kementerian Pekerjaan Umum RI tahun 2004 itu berstatus tahanan. Namun usai putusan di pengadilan, dia melakukan banding hingga kasasi ke Mahkamah Agung.

"Itu kan prosesnya lama. Jadi masa penahanannya habis waktu itu. Sehingga dia bebas demi hukum. Usai putusannya inkrah hingga Mahkamah Agung pada 2008 lalu, kita melacak terpidana ini dan pada malam tadi kita tangkap," sebut Idianto.

Madison dinyatakan bersalah karena menyetujui pembayaran ganti rugi tanah dan bangunan tanpa mengindahkan hasil inventarisasi yang dibuat panitia pengadaan tanah Kab. Deli Serdang. Perbuatannya ini bertentangan dengan Kepores No. 55 tahun 1993.

"Bahwa target bertindak selaku Pimbagpro pengendalian banjir dan pengamanan pantai Medan dan sekitarnya pada Kementerian Pekerjaan Umum RI tahun 2004 dan akibat perbuatannya merugikan kerugian negara sebesar Rp 5 miliar lebih," terang Idianto.

Selanjutnya buronan itu dibawa ke Kejatisu untuk pemeriksaan administrasi dan serah terima dengan pihak kejari Deli Serdang.

"Sabtu dinihari tadi, dia langsung dijebloskan ke Lapas Lubukpakam menjalani masa hukumannya," pungkasnya.

Editor:Fatih
Kategori:Sumatera Utara, Beladiri, Olympic, PON
wwwwww