Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
11 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
11 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
23 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
4
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
12 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
5
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
11 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
6
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
11 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
Home  /  Berita  /  PON

Butuh Waktu Tiga Bulan untuk Perbaiki Pesawat Irwandi

Butuh Waktu Tiga Bulan untuk Perbaiki Pesawat Irwandi
Pesawat milik Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf dievakuasi usai mendarat darurat di kawasan Pantai Lam Awe, Kecematan Peukan Bada, Kabupaten Aceh Besar, Sabtu (17/2/2018). [Serambi Indonesia]
Minggu, 18 Februari 2018 10:25 WIB

BANDA ACEH - Gubernur Aceh Irwandi Yusuf menyatakan butuh waktu tiga bulan untuk perbaikan pesawat jenis Shark Aero yang dipilotinya, setelah rusak akibat mendarat darurat di kawasan pantai Lam Awe, Kecematan Peukan Bada, Kabupaten Aceh Besar.

"Butuh waktu sekitar tiga bulan pesawat ini untuk diperbaiki karena terjadi kerusakan pada baling-baling depan dan patah sayap pada sisi kanan," kata Irwansi Yusuf di Pendopo Gubernur Aceh, Sabtu (17/2/2018) malam.

Pernyataan itu disampaikan di sela-sela menyampaikan penyebab pendaratan darurat yang dilakukan dirinya di kawasan bibir pantai Gampong Lam Awe, Kecamatan Peukan Bada, Aceh Besar.

Ia menjelaskan pesawat dilebelinya Hanakaru Hokagata tersebut saat ini sudah diangkat dari lokasi kejadian dan rencananya akan dikirim kembali ke negara pembuatan tersebut untuk dilakukan perbaikan di Slovakia.

Menurut dia karena pesawat tersebut baru di pakai beberapa bulan biaya perbaikannya masih ditanggung oleh pabrik dan dirinya hanya mengeluarkan biaya pengiriman pesawat sekitar Rp100 juta.

"Alhamdulillah dengan izin Allah dan doa dari semua kami mendarat dengan selamat," katanya.

Sebelumnya Gubernur Aceh Irwandi Yusuf menerbangkan pesawat jenis Shark Aero dengan penumpang Asisten II Setda Aceh, Taqwallah terpaksa mendarat darurat di kawasan bibir pantai Gampong Lam Awe, Kecematan Peukan Bada, Kabupaten Aceh Besar akibat minyak tidak naik sehingga mesin pesawat tersebut mati.

Editor:TAM
Sumber:Antara
Kategori:Aceh, PON
wwwwww