Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
Badminton
19 jam yang lalu
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
2
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
Olympic
20 jam yang lalu
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
3
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
Olympic
20 jam yang lalu
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
4
Senator Dailami: Polri Bersama Masyarakat Jangan Hanya Slogan
Hukum
19 jam yang lalu
Senator Dailami: Polri Bersama Masyarakat Jangan Hanya Slogan
5
BMKG Prakirakan Sebagian Jabodetabek Berpotensi Hujan Ringan pada Sore Hari Ini
Metropolitan
10 jam yang lalu
BMKG Prakirakan Sebagian Jabodetabek Berpotensi Hujan Ringan pada Sore Hari Ini
6
MA Batalkan Suket Gibran, Mulyanto Minta DPR Segera Bentuk Pansus
Nasional
20 jam yang lalu
MA Batalkan Suket Gibran, Mulyanto Minta DPR Segera Bentuk Pansus
Home  /  Berita  /  PON

Pemuda Langsa Gelar Aksi Gerakan Tutup Aurat

Pemuda Langsa Gelar Aksi Gerakan Tutup Aurat
Ratusan peserta gerakan menutup aurat saat berada di lapangan Merdeka Langsa, Minggu (18/2/2018). [Ist]
Minggu, 18 Februari 2018 21:55 WIB
Penulis: Yudi

LANGSA - Tiga organisasi kepemudaan di Kota Langsa menggelar aksi Gerakan Menutup Aurat (Gemar), Minggu (18/2/2018).

Aksi yang melibatkan organisasi KAMMI Komisariat Kota Langsa, LDK Assalam Unsam dan LDK Alfurqan IAIN Langsa dimulai dari Masjid Raya Darul Fallah Langsa menuju Lapangan Merdeka. Kegiatan ini juga diramaikan oleh para pemuda yang peduli dengan penggunaan hijab syari.

"Alhamdulillah, meskipun matahari terasa menyengat namun hal tersebut tidak mengurangi semangat peserta long march yang berjumlah sekitar 200 orang," sebut Koordinator Aksi, Vahrin.

Ia menuturkan, dalam long march tersebut menyampaikan pesan secara terbuka melalui poster dan spanduk. Para penggelar aksi menyorak pentingnya menutup aurat.

Koordinator Utama, Ria Susanti, menyampaikan, aksi ini digelar untuk menghapus paradigma masyarakat dalam merayakan Valentine.

“Kami ingin menghilangkan (valentine) itu karena tidak sesuai dengan adat dan budaya Aceh serta syariat Islam,” ujarnya.

Acara itu ditutup dengan konsultasi gratis dan membagi-bagikan hijab kepada kaum muda yang ingin hijrah menjadi pribadi muslim yang lebih baik.

Editor:Jamaluddin Idris
Kategori:Aceh, PON
wwwwww