Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
Olympic
24 jam yang lalu
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
2
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
Olympic
23 jam yang lalu
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
3
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
14 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
4
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Metropolitan
12 jam yang lalu
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
5
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
Kemenpora
7 jam yang lalu
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
6
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
Sepakbola
23 jam yang lalu
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
Home  /  Berita  /  PON

Kemarau Landa Bireuen, Tanaman Padi 122 Hektare Terancam Mati

Kemarau Landa Bireuen, Tanaman Padi 122 Hektare Terancam Mati
Petani di Gampong Tunong, Kecamatan Jeumpa, Kabupaten Bireuen menunjukkan tanaman padi mereka yang mulai mengering, Senin (19/2/2018). [Joniful Bahri]
Senin, 19 Februari 2018 22:19 WIB
Penulis: Joniful Bahri

BIREUEN – Kemarau melanda Kabupaten Bireuen. Hal ini mengakibatkan 122 hektare tanaman padi seperti di Kecamatan Jeumpa terancam mati.

Pantauan GoAceh, Senin (19/2/2018), tanah lahan sawah milik petani kondisinyab mulai retak-retak seperti di Gampong Gampong Teupok Tunong dan Pulo Lawang.

Data diperoleh GoAceh, di Gampong Teupok Tunong terdapat 80 hektare lahan sawah dilanda kekeringan. Sementara di Gampong Pulo Lawang juga terdapat 42 hektare lahan sawah dilanda kekeringan.

“Kami khawatir jika ini akan berdampak terhadap masa pertumbuhan tanaman padi yang sudah berumur satu bulan lebih. Sebab sebagian tanaman padi sudah kering dan mulai kuning,” ujar seorang patani di Gampong Teupok Tunong, Armia.

Sekretaris desa itu, Saiful Amri, mengatakan, kekeringan ini sudah berlangsung lama. Namun, kata dia, hingga saat ini belum ada respons pemerintah setempat. Warga khawatir lantaran sulitnya mendapat pasokan air.

“Bila hal ini terus terjadi, kemungkinan petani di wilayah ini akan gagal panen. Karena saluran irigasi berada sekitar 2 kilometer dari arah timur desa dan sangat sulit diperoleh air. Selama ini rata-rata petani mengandalkan air hujan,” terangnya.

Informasi tambahan, kekeringan ini juga melanda kawasan Kecamatan Gandapura.

“Kami terpaksa menyedot air dari parit dan mengairi ke sawah-sawah dengan pompa air, karena tanaman padi sangat membutuhkan air,” kata Ismail, petani Kecamatan Gandapura.

Kepala Dinas Pertanian Bireuen, Alie Basyah, mengaku telah mendapat informasi terkait hal itu. Dia juga mengakui kawasan Kecamatan Jeumpa kesulitan air.

“Sejauh ini belum ada solusi yang bisa kita upayakan mengatasinya. Ini kewenangan Dinas Pekerjaan umum melalui bagian pengairan sebagai penyedia air,” sebutnya.

Editor:Jamaluddin Idris
Kategori:Aceh, PON
wwwwww