Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
Hukum
16 jam yang lalu
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
2
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
Umum
14 jam yang lalu
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
3
BPS Umumkan Angka Pengangguran Terbaru, Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penyelamat Tenaga Kerja Nasional
Umum
14 jam yang lalu
BPS Umumkan Angka Pengangguran Terbaru, Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penyelamat Tenaga Kerja Nasional
4
Iwan Bule Dukung Kapolri Suyudi Usut Tuntas Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
Hukum
18 jam yang lalu
Iwan Bule Dukung Kapolri Suyudi Usut Tuntas Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
5
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
KONI
10 jam yang lalu
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
6
NOC Indonesia Jadikan YOG Dakar 2026 Panggung Diplomasi Peluang Tuan Rumah Kualifikasi Olimpiade LA 2028
KOI
10 jam yang lalu
NOC Indonesia Jadikan YOG Dakar 2026 Panggung Diplomasi Peluang Tuan Rumah Kualifikasi Olimpiade LA 2028
Home  /  Berita  /  PON

Kerangka Manusia Dijemput Keluarganya di Polres Lhokseumawe

Kerangka Manusia Dijemput Keluarganya di Polres Lhokseumawe
Keluarga yang mengklaim tulang belulang manusia sebagai anggota keluarganya pingsan saat melihat barang bukti di Mapolres Lhokseumawe, Kamis (1/3/2018). [Ist]
Kamis, 01 Maret 2018 22:37 WIB
Penulis: Sarina

LHOKSEUMAWE – Kerangka manusia yang ditemukan warga di Gampong Paya Rabo Timu, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara yang diamankan di Polres Lhokseumawe dijemput oleh sekeluarga yang mengaku anggota keluarganya, Kamis (1/3/2018).

Jasad kerangka manusia tersebut dijemput oleh sekeluarga berjumlah tujuh orang. Salah satu di antara mereka, yakni Samsul Bahri, mengklaim jasad kerangka tersebut bernama Mansur Ismail, yang tidak lain adalah abang kandungnya.

Saat ditemui di Polres Lhokseumawe, Samsul Bahri mengatakan, abang kandungnya itu hilang sekitar tahun 2002 silam saat pergi ke gunung bersama segerombolan Gerakan Aceh Merdeka (GAM).

“Setelah hilang itu, hingga sekarang tidak diketahui keberadaanya,” ucap Samsul Bahri.

Kapolres Lhokseumawe, AKBP Hendri Budiman melalui Kasat Reskrim, AKP Budi Nasuha Waruwu mengatakan, salah satu lainnya juga mengaku sebagai adik kandung (jasad kerangka manusia), yakni Ruwainah.

“Ruwainah mengaku mengenali jasad kerangka itu sebagai abang kandungnya setelah melihat pakaian yang tersisa pada kerangka. Ia mengaku celana, baju dan celana dalam pada kerangka itu milik abang kandungnya. Karena sehari-hari dirinya yang cuci pakaian itu,” kata Budi.

Budi menambahkan, jasad yang hanya tersisa tulang belulang dan pakaiannya itu sudah diserahkan kembali kepada keluarganya itu untuk dikebumikan.

“Karena mereka yakin itu pakaian saudara kandungnya, maka kita kembalikan barang bukti ini untuk dipulangkan, dan dikebumikan,” ujar Budi.

Editor:Jamaluddin Idris
Kategori:PON, Aceh
wwwwww