Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
16 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
2
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
Kemenpora
9 jam yang lalu
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
3
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Metropolitan
14 jam yang lalu
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
4
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
Sepakbola
9 jam yang lalu
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
5
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
Sepakbola
9 jam yang lalu
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
6
Rizky Ridho Sebut TC di Bali Perkuat Kekompakan Timnas Indonesia
Sepakbola
9 jam yang lalu
Rizky Ridho Sebut TC di Bali Perkuat Kekompakan Timnas Indonesia
Home  /  Berita  /  Badminton

Maruarar Sirait Pastikan Peningkatan Hadiah Piala Presiden 2019

Maruarar Sirait Pastikan Peningkatan Hadiah Piala Presiden 2019
Ilustrasi Piala Presiden. (istimewa)
Kamis, 01 Maret 2018 05:17 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Ketua Steering Committee (SC) Piala Presiden, Maruarar Sirait, memastikan hadiah uang lebih besar di penyelenggaraan 2019. Itu karena ia mengaku banyak mendapatkan tawaran dari sponsor.

Adanya tawaran sponsor tersebut tak lepas dari meriahnya Piala Presiden 2018. Bahkan, pemegang hak siar edisi sekarang menyatakan kesiapannya buat menaikkan tawaran nilai kontraknya.

Di tahun ini, juara Persija yang jadi juara Piala Presiden mendapatkan uang tunai sebesar Rp 3,3 miliar dan trofi. Angka itu mengalami kenaikan dibanding Arema FC yang meraih gelar itu pada 2017, yakni Rp 3 miliar.

"Sudah ada sponsor yang mau mendukung Piala Presiden tahun depan. Mereka berani memberikan uang sponsor Rp 25 miliar," ucap pria yang karib disapa Ara. 

"Broadcaster kemarin bahkan berani Rp 32 miliar, dari sebelumnya Rp 30 miliar. Hadiah juara minimal untuk tahun depan minimal Rp 3,5 miliar," imbuh politisi PDI Perjuangan tersebut.

Turnamen yang sudah bergulir tiga kali ini juga meraup keuntungan sebesar Rp 9 miliar dan sudah diaduit PricewaterhouseCoopers (PwC).

Keuntungan tersebut bakal dilaporkan kepada Presiden RI Joko Widodo.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:DKI Jakarta, Non Olympic, Voli, Olympic, Badminton
wwwwww