Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
15 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
2
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Metropolitan
13 jam yang lalu
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
3
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
Kemenpora
8 jam yang lalu
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
4
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
Sepakbola
24 jam yang lalu
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
5
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
Sepakbola
7 jam yang lalu
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
6
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
Sepakbola
24 jam yang lalu
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
Home  /  Berita  /  Badminton

"Tembaga Panas Jangan Dituang, Kalau Dituang Melepuh Jari, Adat Melayu Jangan Dibuang, Bisa Binasa Negeri Ini"

Tembaga Panas Jangan Dituang, Kalau Dituang Melepuh Jari, Adat Melayu Jangan Dibuang, Bisa Binasa Negeri Ini
Oesman Sapta Odang usai membuka rapat besar lembaga adat Melayu Kalbar. (istimewa)
Kamis, 01 Maret 2018 05:45 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
PONTIANAK - Ketua DPD RI, Oesman Sapta berpesan agar mayarakat adat tetap menjaga persatuan dan serta merawat adat melayu. Hal ini ia ungkapkan saat membuka Musyawarah Besar V Majelis Adat Budaya Melayu (MABM) Kalimantan Barat di Hotel Grand Mahkota Pontianak, Rabu(28/2/2018).

Ia juga megutarakan rasa bangganya dengan keberadaan MABM ini selama ini. Lanjutnyta, MABM selama ini telah membuktikan dan mempunyai komunikasi strategis di Kalimantan Barat.

MABM juga dianggap mampu menjadi jembatan dalam meredam konflik dan menyelesaikan semua permasalahan dan turut menjadi contoh dalam mempererat persatuan bangsa ini di Kalbar. 

"Saya bangga dengan organisasi berkontribusi nyata menjadi contoh persatuan diantara suku-suku yang ada di sini,  ini sudah sesuai dengan pilar bangsa yang sudah final yaitu Pancasila," tegas Senator Kalbar tersebut. 

Pada saat yang sama, Ketua Majelis Adat Budaya Melayu Kalbar Chairil Effendi,  yang hadir bersama Para Pejabat Pemprov Kalbar menyatakan apresiasi dan dukungan dari Oesman Sapta selama ini. 

"Terimakasih untuk semua nasehat dan pesan Bapak Oesman yang selama ini selalu menyediakan waktu,  energi dan dukungan bagi organisasi ini, saya berharap organisasi ini berjalan dan beradaptasi sesuai perkembangan zaman," jelasnya. 

Senada dengan itu, Doddy Riyadmadji (Penjabat Gubernur) Kalbar saat ini mengungkapkan bahwa silaturahmi sangat baik untuk mempererat persatuan terutama masyarakat Kalbar. 

"Saya harap musyawarah besar ini akan memberikan kontribusi nyata bagi Kalbar dan bagi organisasi ini sendiri dan membangun adat budaya melayu," dalam sambutannya.  

Menutup sambutan pembukaan Musyawarah Besar V Majelis Adat Budaya Melayu ini,  Ketua DPD RI Oesman Sapta melantunkan pantun. 

"Ada tembaga panas jangan dituang kalau dituang melepuh jari, adat lembaga jangan dibuang kalau dibuang binasa ini negeri".

"Apalah tanda sibatang putat,batang persegi apalah tanda orang beradat, orang beradat tinggi marwahnya," tutup Oesman Sapta menandai dibukanya musyawarah tesebut. ***

wwwwww