Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
Olympic
23 jam yang lalu
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
2
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
Olympic
23 jam yang lalu
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
3
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
13 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
4
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Metropolitan
11 jam yang lalu
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
5
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
Sepakbola
22 jam yang lalu
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
6
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
Kemenpora
6 jam yang lalu
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
Home  /  Berita  /  Badminton

KSP Moeldoko Sambut Baik Undangan WEF untuk Presiden Jokowi

KSP Moeldoko Sambut Baik Undangan WEF untuk Presiden Jokowi
KSP Moeldoko. (istimewa)
Jum'at, 02 Maret 2018 22:54 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn) Dr. Moeldoko menyambut baik keinginan Head of Regional Strategies - Asia Pacific, Member of Executive Committe, World Economic Forum (WEF) Justin Wood agar Presiden Joko Widodo hadir dalam pertemuan tahunan WEF di Davos pada Januari 2019 dan pertemuan tingkat tinggi ASEAN dengan WEF di Hanoi pada September 2018.

Hal tersebut disampaikan Moeldoko yang didampingi Staf Khusus Avanti Fontana dan Tenaga Ahli  Kedeputian III Panji Ruky dalam pertemuan dengan Justin Wood di Kantor Staf Presiden di Binagraha, Jakarta beberapa waktu lalu.

Menurut Justin, kehadiran Presiden Jokowi  di WEF Davos 2019 akan memberi kesempatan Indonesia untuk menyampaikan visi dan apa yang tengah dikerjakan oleh pemerintah kepada masyarakat lingkup regional dan global.  Dalam forum  ini juga bakal hadir  komunitas bisnis global yang memungkinkan mereka untuk berinvestasi di Indonesia.

"Penyelenggaraannya memang sangat dekat dengan pemilihan presiden. Tapi jika Presiden hadir, kami akan memberikan tempat yang terhormat. Ada banyak media dan TV,  bakal dilihat oleh 50 juta orang di dunia. Sehingga kesempatan ini sangat penting untuk digunakan," kata Justin meyakinkan.

Dalam pertemuan yang hangat ini, Justin sekaligus juga mengundang Presiden hadir dalam ASEAN Summit–WEF di Hanoi. Tema yang akan diangkat adalah soal kewirausahaan berbasis ekonomi digital. Menurutnya, tema ini sangat pas dengan pertumbuhan perusahaan rintisan berbasis digital  seperti Gojek, Tokopedia, dan Bukalapak yang terbukti sukses di indonesia. 

"Saya lihat Presiden sangat berhasrat dan punya perhatian  pada digital opportunity," ungkap Justin.

Menindaklanjuti dua agenda penting tersebut, Kantor Staf Presiden akan membuat tim kecil untuk membahas apa yang akan disampaikan Presiden. Fokusnya mungkin Nawacita dengan penekanan pada kesehatan, pendidikan, dan membangun dari pinggiran. Ini tentu inspirasi yang bagus untuk negara lain.

"Pendidikan misalnya menjadi perhatian Presiden dan telah menugaskan Kementerian Pendidikan untuk membenahi kurikulum. Agar lulusannya bisa menghadapi tuntutan dunia kerja," jelas Moeldoko.

Justin menyambut positif topik yang akan disampaikan, terutama soal pendidikan. Ini sejalan dengan salah tema yang bakal dibahas dalam WEF 2019 yakni bagaimana masyarakat dunia menyiapkan diri untuk memasuki dunia kerja. Ini adalah poin kritis karena keterampilan yang dibutuhkan di masa depan barangkali berbeda dengan keterampilan yang dibutuhkan saat ini.***

wwwwww