Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
Umum
8 jam yang lalu
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
2
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
Metropolitan
14 jam yang lalu
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
3
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
Hukum
13 jam yang lalu
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
4
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
Ekonomi
6 jam yang lalu
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
5
KPK Panggil Direktur PT Bela Parahiyangan Terkait Korupsi Lahan Kementerian ATR/BPN
Hukum
7 jam yang lalu
KPK Panggil Direktur PT Bela Parahiyangan Terkait Korupsi Lahan Kementerian ATR/BPN
6
Massa Turunkan Foto Gibran di DPRD DIY, Guntur Romli Sebut Bukti Kemarahan Rakyat
Umum
7 jam yang lalu
Massa Turunkan Foto Gibran di DPRD DIY, Guntur Romli Sebut Bukti Kemarahan Rakyat
Home  /  Berita  /  PON

Razia di Langsa, Ditemukan Karaoke Ilegal dan Langgar Syariat

Razia di Langsa, Ditemukan Karaoke Ilegal dan Langgar Syariat
Ilustrasi [Istimewa]
Jum'at, 02 Maret 2018 11:02 WIB
Penulis: Yudi
LANGSA - Polisi Wilayatul Hisbah (WH) dan Petugas Dinas Syariat Islam yang dibantu kepolisian dan polisi militer menyisir sejumlah tempat karaoke, Jumat (2/3/2018). Hasil didapatkan, sejumlah tempat hiburan itu ternyata tidak memiliki izin serta telah terjadi pelanggaran syariat Islam.
 

Di mana, tak sedikit tempat karaoke tersebut dibuat bersekat-sekat atau ruangan sehingga rentan terjadi praktik khalwat, mesum dan lain sebagainya. 
 
"Kita usulkan kepada Wali Kota untuk menutup segala bentuk karoke di daerah ini," sebut Kepala Dinas Syariat Islam Kota Langsa, Ibrahim Latif.
 
Hasil penelusuran pihaknya, kata Ibrahim, sejumlah tempat karaoke melanggar syariat Islam, karena pakaian pengunjung tidak islami serta saat menyanyi mereka juga menari dan berjoget ria bercampur dengan laki-laki dan perempuan.
 
Bahkan, tak sedikit ada mabuk miras, sehingga dikwatirkan akan terjadi khalwat, mesum bahkan kemudian terjadi zina. "Kami tidak dapat  menerima tempat-tempat karaoke seperti itu, karena akan merusak moral masyarakat," sebutnya lagi.
 
Ironisnya lagi, ditempat karaoke-karaoke  tersebut selain menerima pelanggan muda mudi juga menerima anak usia sekolah bahkan dalam jam belajar mereka terima. 
 
"Kami berharap Wali Kota Langsa bertindak tegas, agar generasi kita tidak rusak moralnya," tandas
Ibrahim Latif.

Editor:Kamal Usandi
Kategori:Aceh, PON
wwwwww