Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
Hukum
21 jam yang lalu
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
2
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
Umum
22 jam yang lalu
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
3
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
Olympic
18 jam yang lalu
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
4
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Metropolitan
17 jam yang lalu
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
5
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
16 jam yang lalu
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
6
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
17 jam yang lalu
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
Home  /  Berita  /  Badminton

Remas Alat Vital 6 Muridnya, Oknum Kepala Sekolah Dasar Diciduk Polisi

Remas Alat Vital 6 Muridnya, Oknum Kepala Sekolah Dasar Diciduk Polisi
Oknum Kepsek saat diciduk petugas. (Beritajatim)
Rabu, 07 Maret 2018 23:04 WIB
MALANG - Belum usai kasus sodomi yang dialami bocah SD, Polres Malang kembali menangani kasus serupa.

Kali ini, seorang Kepala Sekolah SMP di Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang, ditangkap tim Jatanras Satreskrim Polres Malang atas tuduhan mencabuli 6 orang siswinya sendiri.

Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung, Rabu (7/3/2018) sore menerangkan, kasus pencabulan dilakukan Kepala Sekolah berinisial KL di dalam ruang kerjanya.

“Ada 6 orang korban yang melapor. Dari hasil pemeriksaan, pelaku berinisial KL. Korban dicabuli di dalam ruang kerja kepala sekolah. Ada juga yang dicabuli di dalam mobil,” terang Ujung.

Kata dia, modus pencabulan yang dilakukan KL pada siswinya sendiri, dengan cara memberikan iming-iming.

“Ada yang dijanjikan akan dikuliahkan kalau sudah lulus sekolah. Lalu ada yang diberi uang juga, termasuk ada yang diajari cara membuka aura diri seperti tenaga dalam,” paparnya.

Ujung melanjutkan, kasus ini berawal dari laporan masyarakat. Setelah 6 siswi didatangkan dan diperiksa, korban rata-rata dilakukan tidak senonoh dengan meraba-raba bagian sensitif tubuh korbannya di dalam ruang kepala sekolah.

“Status KL kita tetapkan tersangka. Kami berupaya mengupas apakah ada korban lain di sekolah tempat KL memimpin. Jangan sampai ada korban berikutnya. Ada yang dicabuli sekali dan dua kali,” tutur Ujung.

Ia menambahkan, lokasi pencabulan yang paling sering dilalukan pelaku di ruang kerjanya. Perbuatan asusila dilakukan Kasek pada bulan Januari 2018 lalu.

"Visum pada korban sudah kita lakukan. Ancaman tidak ada, hanya diberi uang dan dibujuk rayu oleh tersangka,” pungkas Ujung.

Atas perbuatanya, Kasek SMP di Kecamatan Kromengan dijerat Pasal 82 junto 76e UU nomer 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara dan denda Rp5 milyar. ***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:beritajatim.com
Kategori:Badminton, Olympic, Beladiri, Jawa Timur
wwwwww