Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kalahkan Jeon Hyeok Jin, Ginting Melaju ke Babak 16 Besar
Sepakbola
24 jam yang lalu
Kalahkan Jeon Hyeok Jin, Ginting Melaju ke Babak 16 Besar
2
Ardhi Tjahjoko Optimistis Persija Bisa Tampil Maksimal Hadapi Persebaya
DKI Jakarta
23 jam yang lalu
Ardhi Tjahjoko Optimistis Persija Bisa Tampil Maksimal Hadapi Persebaya
3
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
Hukum
8 jam yang lalu
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
4
Iwan Bule Dukung Kapolri Suyudi Usut Tuntas Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
Hukum
10 jam yang lalu
Iwan Bule Dukung Kapolri Suyudi Usut Tuntas Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
5
BMKG Prakirakan Hujan Membasahi Sejumlah Wilayah Jabodetabek Hari Ini
Metropolitan
15 jam yang lalu
BMKG Prakirakan Hujan Membasahi Sejumlah Wilayah Jabodetabek Hari Ini
6
NOC Indonesia Perkuat Kolaborasi dengan ITTF, IPL Siap Gelar WTT Youth 2027 di Bali
KOI
9 jam yang lalu
NOC Indonesia Perkuat Kolaborasi dengan ITTF, IPL Siap Gelar WTT Youth 2027 di Bali
Home  /  Berita  /  Badminton
Terima Bantuan dari Buddha Tzu Chi

Kapoldasu Tak Terpengaruh Usut Kasus Mujianto

Kapoldasu Tak Terpengaruh Usut Kasus Mujianto
Kamis, 08 Maret 2018 09:01 WIB

MEDAN - Kendati mendapat bantuan dari pendiri Yayasan Buddha Tzu Chi, Mujianto, Kapolda Sumut, Irjen Paulus Waterpauw mengaku tak akan terpengaruh dalam pengusutan perkara penipuan yang melibatkan pengusaha ternama tersebut.

"Kalian tahulah saya ini seperti apa..., " kata Paulus berusaha meyakinkan wartawan yang dijumpainya di Warkop Jurnalis, Jalan H Agus Salim, Medan.

Sebagaimana informasi yang beredar, pada 28 Februari lalu Mujianto bersama Yayasan Buddha Tzu Chi menyerahkan bantuan terkait renovasi perumahan di Mako Brimob Polda Sumut. Dalam kesempatan itu, Mujianto dan Paulus saling bertemu. "Saya tidak tahu kalau yang bakal datang itu Mujianto," kata Paulus.

Pertemuan keduanya dianggap tidak seharusnya, karena Mujianto tengah berstatus tersangka dan penahanannya tengah ditangguhkan penyidik Poldasu.

Mengutip pernyataan seorang pengacara, Muslim Muis, media online www.sorotdaerah.com memberitakan dugaan Paulus menerima gratifikasi dari Mujianto (Minggu, 4/3/2018). Akibatnya, dua jurnalis media tersebut dijemput paksa dari dua tempat berbeda (Selasa, 6/3/2018). Keduanya adalah Jon Roi Tua Purba (pemilik) dan Lindung Silaban (pemimpin redaksi).

Jon lolos dari dugaan melanggar UU ITE pasal 11 yakni pencemaran nama baik. Sedangkan Lindung ditetapkan sebagai tersangka. Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Medan mengadvokasi keduanya dengan tujuan melindungi kemerdekaan pers.

Editor:wen
Sumber:medanbisnis
Kategori:Sumatera Utara, Badminton, Ekonomi
wwwwww