Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
Hukum
9 jam yang lalu
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
2
Iwan Bule Dukung Kapolri Suyudi Usut Tuntas Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
Hukum
10 jam yang lalu
Iwan Bule Dukung Kapolri Suyudi Usut Tuntas Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
3
BMKG Prakirakan Hujan Membasahi Sejumlah Wilayah Jabodetabek Hari Ini
Metropolitan
16 jam yang lalu
BMKG Prakirakan Hujan Membasahi Sejumlah Wilayah Jabodetabek Hari Ini
4
NOC Indonesia Perkuat Kolaborasi dengan ITTF, IPL Siap Gelar WTT Youth 2027 di Bali
KOI
10 jam yang lalu
NOC Indonesia Perkuat Kolaborasi dengan ITTF, IPL Siap Gelar WTT Youth 2027 di Bali
5
‎Bank Jakarta Banjir Pembukaan Rekening, Dana Rp5 Miliar Terhimpun di FinFest
Ekonomi
14 jam yang lalu
‎Bank Jakarta Banjir Pembukaan Rekening, Dana Rp5 Miliar Terhimpun di FinFest
Home  /  Berita  /  Badminton
Soal Larangan Pakai Cadar di UIN Sunan Kalijaga

Sosiolog Islam UINSU Bilang Bedakan Doktrin dan Kultur

Sosiolog Islam UINSU Bilang Bedakan Doktrin dan Kultur
Kamis, 08 Maret 2018 09:35 WIB

MEDAN - Larangan memakai cadar bagi mahasiswi Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga dinilai sudah tepat.

Menurut sosiolog hukum Islam UIN Sumatera Utara, Ansari Yamamah, harus ada pemisahan antara penggunaan jilbab sebagai sebuah doktrin agama dengan penggunaan cadar sebagai sebuah kultur masyarakat Arab.

Ansari mengatakan, penggunaan jilbab adalah doktrin yang harus dilakukan secara universal, sedangkan cadar adalah kultur masyarakat Arab yang sifatnya lokalistik.

"Di Islam ini ada yang sifatnya doktrin idiologi itu sifatnya universal dan ada yang kultur yang bersifat lokalistik. Menutup aurat itu adalah doktrin yang harus berlaku secara universal, sedangkan berpakaian itu sifatnya lokalistik" tutur Ansari .

Lebih lanjut Ansari juga menegaskan Islam adalah agama sebagai rahmat bagi seluruh alam. Kondisi hari ini di Indonesia muslimah yang menggunakan jilbab memberi kenyamanan bagi masyarakat sekitar, tetapi berbeda dengan yang menggunakan cadar biasanya mendapat perhatian yang berbeda dari masyarakat.

Ansari menambahkan, wanita-wanita yang menggunakan cadar biasanya bersifat eksklusif atau tidak berbaur dengan kelompok kelompok yang lain.

"Perhatikanlah perempuan bercadar, biasanya bergaul dengan sesamanya. Pertama ini akan menjadi pengkotak-kotakan dan ini juga bisa mengganggu proses belajar-mengajar. Sebagai seorang dosen, di saat proses belajar-mengajar kita kan tidak tahu yang menggunakan cadar ini masih tetap orang yang sama," imbuhnya.

Terakhir, Ansari menegaskan dukungannya terhadap kebijakan yang dikeluarkan Rektor UIN Sunan Kalijaga tentang wanita tidak boleh menggunakan cadar di dalam kampus. Menurutnya, yang lebih penting dilakukan mahasiswa islam adalah mengejar kemampuan-kemampuan sains dan teknologi.

Editor:wen
Sumber:medanbisnis
Kategori:Sumatera Utara, Badminton, Umum, PON
wwwwww