Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
Olympic
23 jam yang lalu
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
2
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
Olympic
23 jam yang lalu
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
3
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
13 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
4
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Metropolitan
11 jam yang lalu
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
5
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
Sepakbola
22 jam yang lalu
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
6
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
Kemenpora
6 jam yang lalu
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
Home  /  Berita  /  Badminton

Kurangi Anggaran Perjalanan Dinas Dewan, Ini yang Harus Dilakukan Menurut Noviwaldy

Kurangi Anggaran Perjalanan Dinas Dewan, Ini yang Harus Dilakukan Menurut Noviwaldy
Jum'at, 09 Maret 2018 20:54 WIB
Penulis: Winda Mayma Turnip
PEKANBARU - Besarnya jumlah biaya yang dikeluarkan untuk perjalanan dinas dewan setiap tahunnya, ternyata dapat 'dipangkas' hingga setengahnya. Caranya adalah dengan menggunakan peralatan yang bernama teleconference atau atau alat komunikasi jarak jauh, yang bersifat audio atau audio visual.

Disampaikan Wakil Ketua DPRD Riau Noviwaldy Jusman kepada GoRiau.com, Jumat, (9/3/2018), dengan menggunakan alat ini, maka dewan tidak harus pergi keluar kota atau negeri jika ingin mengadakan rapat, misalnya dengan kementrian dan dinas - dinas. Hal itu tentu akan menghemat anggaran yang dikeluarkan setiap tahunnya.

"Bisa kita pangkas anggaran itu, jika kita pakai teleconference, apa yang perlu dibicarakan bisa melalui alat itu diruangan kita, yakin saya bisa sampai setengahnya anggaran itu terpotong. Saya mau yang alatnya bisa merekam, jadi setiap pembicaraan itu otomatis terekam, kalau ada tuduhan apapun, tinggal buka rekamannya, kan enaknya seperti itu," paparnya.

Namun sayangnya, Noviwaldi menyesalkan usulan ini tidak kunjung terealisasi dengan berbagai alasan. Meskipun telah beberapa kali masuk dalam APBD Riau, namun selalu terkendala dalam kekalahan lelang.

"Sudah saya ajukan, dari tahun - tahun lalu, sudah dua kali masuk APBD malah. Tapi ya tidak juga terealisasi, karena alasan lelang tidak bagus dan sebagainya," ujarnya.

Noviwaldy mengakui perjalanan dinas dewan selama ini memang cenderung lebih besar, dikarenakan tugas pokok dan fungsinya sebagai legislasi yang wajib untuk berkonsultasi dengan kementrian. Namun, ia sendiri mengaku tidak setuju dengan besarnya jumlah yang telah dicanangkan untuk tahun ini.

Adapun dari informasi yang beredar, biaya perjalanan dinas dewan sendiri untuk tahun ini disebut-sebut mencapai Rp426 miliar. Namun Noviwaldy membantah hal tersebut, dan menyangkal kebenaran data itu.

"Katanya anggaran itu sekarang Rp426 miliar, saya kaget sekali, terperanjat saya. Berikan data itu kepada saya, kalau data itu langsung dari sekda dan telah diberikan kepada FITRA, berikan sama saya cepat, biar saya potong langsung," ujarnya disertai canda bersama wartawan. ***

wwwwww