Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Arema FC Luncurkan Program Inovatif Memeriahkan Hari Ulang Tahun
Sepakbola
16 jam yang lalu
Arema FC Luncurkan Program Inovatif Memeriahkan Hari Ulang Tahun
2
Waspadai Covid 19, Zohri Tiba di Jakarta, 12 Agustus 2020
Olahraga
18 jam yang lalu
Waspadai Covid 19, Zohri Tiba di Jakarta, 12 Agustus 2020
3
BAZNAS Luncurkan Logo Peduli Covid-19
Umum
18 jam yang lalu
BAZNAS Luncurkan Logo Peduli Covid-19
4
KONI Pusat Cek Kesiapan Semua Bidang PB PON XX Papua 2021
Olahraga
19 jam yang lalu
KONI Pusat Cek Kesiapan Semua Bidang PB PON XX Papua 2021
5
Azis Syamsuddin Minta Pemda Sumut dan BNPB Proaktif Bantu Warga Sinabung
DPR RI
19 jam yang lalu
Azis Syamsuddin Minta Pemda Sumut dan BNPB Proaktif Bantu Warga Sinabung
6
Percepat Pemulihan Ekonomi, Menaker Minta Subsidi Upah Digunakan untuk Ini...
Pemerintahan
19 jam yang lalu
Percepat Pemulihan Ekonomi, Menaker Minta Subsidi Upah Digunakan untuk Ini...
Home  /  Berita  /  GoNews Group
"Santri Bicara, KSP Mendengar"

Moeldoko Dorong Anak Muda Bersikap Optimistis dan Inovatif

Moeldoko Dorong Anak Muda Bersikap Optimistis dan Inovatif
Moeldoko bersama Tuan Guru Bajang. (Istimewa)
Jum'at, 09 Maret 2018 23:55 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
MATARAM - Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko mengingatkan anak muda Indonesia untuk membangun sikap optimistis dan inovatif. Hal tersebut disampaikan di depan 650-an mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat. Forum diskusi ini digelar di Auditorium DOME Universitas Mataram, Jumat (9/3) dan dihadiri oleh Gubernur NTB TGH Zainul Majdi atau yang akrab disapa Tuan Guru Bajang.

Moeldoko mengakui, setiap anak muda memiliki persoalan di sekelilingnya. Namun, hal itu justru harus dilihat bukan sebagai penghalang, melainkan peluang dan kesempatan.  "Maka berinovasilah, atau mati," ujar Moeldoko.

Moeldoko mengatakan, perubahan yang terjadi di dunia berlangsung sangat cepat. Contohnya tekonologi robot hingga kecerdasan buatan. Pemerintahan Jokowi-JK merespons perubahan dunia itu. Maka pemerintah mendorong terciptanya ekosistem yang tepat untuk menumbuhkan sikap adaptif serta responsif oleh kaum muda Indonesia terhadap perubahan yang ada. 

Presiden Jokowi, lanjut Moeldoko, sangat mengapresiasi aksi-aksi dan langkah-langkah nyata yang dapat menjadi inspirasi bagi anak-anak muda lainnya dalam merespons perkembangan di era ekonomi digital.

"Dalam sistem sosial dan politik seperti sekarang ini, terbuka kesempatan bagi siapapun dan menjadi apapun," ujar Moeldoko. 

Moledooko menyebut Presiden Jokowi sudah tujuh kali mengunjungi NTB dan bertemu dengan banyak pihak. Sementara kedatangan Kepala Staf Kepresidenan ke NTB, salah satunya bertujuan untuk mendengar dan mendapatkan masukan dari para tokoh, ulama, akademisi, budayawan, birokrat, dan penggiat sosial di Mataram tentang berbagai program strategis yang ditujukan bagi masyarakat NTB.

Moeldoko mengaku ingin lebih banyak mendengar dari kalangan ulama dan santri di NTB, akademisi dan tokoh masyarakat, sekaligus menjelaskan kebijakan-kebijakan pembangunan yang dilakukan oleh pemerintahan Jokowi-JK. Makanya kegiatan tersebut juga menggunakan tagar #SantriBicara #KSPMendengar.

Tujuannya, supaya apa yang sedang dan akan dikerjakan oleh Pemerintah, dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi kesejahteraan masyarakat. 

"Untuk itu, kami ingin banyak mendengarkan, termasuk dari kalangan santri dan ulama,” kata Moeldoko

Tuan Guru Bajang menyambut positif materi yang disampaikan Moeldoko. Dia mendukung kaum muda untuk terus berinovasi. "Jika ada orang lain memberikan hal baik kepada kita, kita harus membalasnya dengan yang lebih baik. Mari kita berlomba-lomba untuk menjadi inovatif dan optimis," tutur Tuan Guru Bajang.

Moeldoko juga sempat menyampaikan pembangunan di NTB yang telah dilakukan Presiden Jokowi. Beberapa proyek strategis nasional yang dikerjakan pemerintah pusat di NTB adalah pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika, pengembangan jaringan Global Hub Kayangan, sejumlah bendungan di Pulau Sumbawa, dan pembangkit listrik bergerak (mobile power plant). 

"Jika tiga itu saja kita kembangkan secara baik, ekonomi NTB memang akan tumbuh lebih baik. Pertumbuhan ekonomi NTB di luar tambang saat ini mencapai 7,1%," kata Tuan Guru Bajang menanggapi.

Acara diskusi yang digelar KSP bekerja sama dengan Universitas Mataram itu adalah bagian dari rangkaian kegiatan KSP menyambangi kampus-kampus untuk mendapatkan masukan, usulan, kritik, dan tanggapan atas berbagai program dan kebijakan pembangunan yang dilakukan oleh pemerintahan Jokowi-JK. 

Sebelumnya, kegiatan serupa diselenggarakan di Yogyakarta, Bandung, Padang dan Makassar. Hadir dalam kegiatan di Universitas Mataram itu, antara lain Gubernur Nusa Tenggara Barat TGH. Zainul Majdi, Rektor Universitas Mataram Lalu Husni, Kapolda NTB Brigjen (Pol) Drs. Firly, Komandan Pangkalan Udara Rembiga Kolonel (Pnb) Dodi Fernando. adapun penanggap dari kalangan akademisi, yakni DR. Firmansyah. ***


wwwwww