Loading...    
           

Richard Louhenapessy Sebut Warga Ambon Tak Berkulit Hitam, Tapi Putih Tua

Richard Louhenapessy Sebut Warga Ambon Tak Berkulit Hitam, Tapi Putih Tua
Walikota Ambon, Richard Louhenapessy, saat menerima Biro Humas Pemberitaan DPR dan Ketua Pres Room. (Gonews.co)
Sabtu, 17 Maret 2018 01:44 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
AMBON - Suasana cair dan penuh keakraban, mewarnai acara ramah tamah dan jamuan makan malam peserta Press Gathering Koordinatoriat Wartawan Parlemen di kediaman Walikota Ambon Richard Louhenapessy, Jumat (16/3/2018) malam.

Selain menu makanan khas Ambon, para awak media yang sehari-hari meliput di Kompleks Parlemen itu dibuat tak berhenti tertawa. Pasalnya, sang Walikota, Richard Louhenapessy, sempat melontarkan kata-kata yang mengundang gelak tawa pada saat memberikan sambutan.

Salahsatunya, ia menyebutkan, bahwa orang Ambon yang selama ini dianggap berkulit hitam itu menurutnya salah besar. "Bukan hitam, yang benar itu putih tua," ujarnya yang langsung disambut tepuk tangan dan tawa para wartawan.

"Jadi begini, Ambon ini kan terkenal dengan makanan berbahan sagu. Mirip dengan batangnya, kelihatannya menyeramkan, hitam dan tidak sedap dipandang. Tapi setelah dibelah, diambil bahan sagunya, kan putih, dan panennya pun nunggu pohon itu tua. Jadi tak salah kalau saya sebut putih tua, " timpalnya.

Tak hanya itu, saat mempromosikan berbagai potensi wisata dan budaya di Kota Ambon, Richar juga kembali membuat para hadirin riuh. Bagiamana tidak, ia sempat berkelakar, bahwa orang Ambon sudah bisa menyanyi saat lahir ke dunia.

"Nah disini beda dengan daerah lain. Bayi itu biasanya kalau dipukul pinggulnya, akan nangis. Tapi beda disini, bayi lahir dipukul malah nyanyi dia," candanya, yang lagi-lagi membuat semua yang hadir tertawa.

Apa yang dikatakan Walikota Ambon terbut bukannya tanpa alasan. Pasalnya, warga Ambon memang terkenal jago menyanyi dan bermain musik. Karena itulah, Ambon juga tercatat sebagai kota ketiga yang kreatif secara nasional.

Jika Pekalongan kreatif karena batiknya, Bandung kreatif dibidang desain. Maka Ambon disebut sebagai kota kreatif musik. Bahkan salah satu putra terbaiknya, pernah menjuarai beberapa iven baik nasional maupun internasional.

"Saat ini Ambon juga terus mengembangkan wisata budaya. Salahsatunya upaya menjadikan kota ini sebagai kota musik duni. Ambon ini sangat kental dengan musik tradisional maupun musik modern," ujarnya.

Untuk itu lanjut dia, sudah saatnyalah Kota Ambon menjadi 'City of Music'. Dan dalam upaya mewujudkan cita-cita masyarakat Ambon itu, pemerintah Kota Ambon pun saat ini terus berbenah.

"Kita terus mulai berbenah dalam mempersiapkan semua itu. Memang banyak kekurangan kita misalnya soal anggaran itu masih sangat minim. Tapi saya yakin semua bisa terwujud," paparnya.

Tahun 2019 mendatang ujarnya lagi, pihaknya mentargetkan bahwa Unesco akan segera mengakui Ambon City of Music."Secara bertahap pemerintah sudah menyiapkan langkah-langkah menuju ke arah sana. Sebanyak 25 rencana aksi telah disusun. Tahun 2019 kami akan submit ke Unesco," ujarnya kepada GoNews.co usai acara jamuan makan.

Untuk mewujudkan Ambon sebagai City of Music sesuai standar Unesco, pihaknya juga telah membuat beberapa infrastuktur penunjang, seperti gedung pertunjukan musik etnik di IAIN Ambon dan studio rekaman musik bertaraf Internasional di Universitas Pattimura yang dibangun oleh Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) dan renacannya akan diresmikan Ketua DPR Bambang Soesatyo, Sabtu (17/3/2018) besok.

Jadi kata dia, kalau Ambon bisa diakui, ini merupakan kota yang ke 18. "Untuk itulah, kami atas nama Pemerintah dan masyarakat Kota Ambon, sangat-sangat berterimakasih kepada pihak Humas DPR dan teman-teman wartawan parlemen, yang hari ini memulai kegiatan Press gathering di Ambon," tandasnya.

"Jadi dengan kehadiran teman-teman media, saya berharap, bisa menyebarluaskan rencana besar kami itu. Jika nanti teman wartawan melihat seuatu yang mengganjal, sampiakan ke saya, dan jika menemukan sesuatu yang unik dan bagus, ya mohon di ekspos," pungkasnya.***


       
        Loading...    
           
wwwwww