Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
Umum
13 jam yang lalu
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
2
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
Metropolitan
19 jam yang lalu
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
3
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
Ekonomi
11 jam yang lalu
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
4
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
Hukum
18 jam yang lalu
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
5
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
Olympic
8 jam yang lalu
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
6
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Kemenpora
7 jam yang lalu
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Home  /  Berita  /  Badminton

Ahmad Fikri Sambut Ribuan Massa di Gedung DPRD Terkait Sengketa Lahan

Ahmad Fikri Sambut Ribuan Massa di Gedung DPRD Terkait Sengketa Lahan
Ribuan pengunjuk rasa penuhi halaman Gedung DPRD Kampar
Rabu, 04 April 2018 15:37 WIB
Penulis: Syawal Jose
BANGKINANG - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kampar Ahmad Fikri menyambut ribuan pengunjuk rasa yang mengatasnamakan anak kemenakan Datuk Pandak dari Desa Ganting Kecamatan Salo, Kampar, Rabu (4/4/2018).

Dari pantauan Ketua DPRD Kampar Ahmad Fikri ini langsung turun dari ruangan kerjanya menuju ribuan massa ini di halaman Gedung DPRD Kampar.

Marahalim, putra Datuk Pandak, mengungkapkan, aksi ini digelar karena eksekusi lahan berlarut-larut.

Sampai sekarang rencana eksekusi masih sebatas wacana dan selalu ditunda. Padahal, Pengadilan Negeri Bangkinang sudah mengeluarkan ketetapan eksekusi.

Menurut Marahalim, masyarakat adat Datuk Pandak berkepentingan dalam eksekusi terhadap lahan kebun Kelapa Sawit seluas 2.823,52 hektare yang terletak di Desa Sungai Agung Kecamatan Tapung tersebut. Dan lahan tersebut masih tanah ulayat Datuk Pandak.

Dan eksekusi yang dituntut pengunjuk rasa adalah ujung dari gugatan Yayasan Riau Madani melawan PTPN V. Riau Madani memasukkan PT. Perawang Sukses Perkasa Industri (PSPI) sebagai turut tergugat karena selaku pemegang izin HPHTI pada objek sengketa.

Riau Madani dimenangkan dalam gugatan sampai putusan berkekuatan hukum tetap yang ditetapkan Mahkamah Agung. PTPN V melakukan perlawanan terhadap putusan tersebut.

Namun tak membuahkan hasil. Lembaga peradilan memerintahkan lahan dikembalikan ke fungsinya dengan menumbangi tanaman Kelapa Sawit. ***

wwwwww