Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
Olympic
19 jam yang lalu
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
2
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
Olympic
18 jam yang lalu
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
3
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
9 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
4
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
Sepakbola
18 jam yang lalu
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
5
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
Sepakbola
18 jam yang lalu
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
6
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
Sepakbola
18 jam yang lalu
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
Home  /  Berita  /  Badminton

Ingatkan Sukmawati, PKS: Jangan Angkat Tema Ibadah dalam Puisi

Ingatkan Sukmawati, PKS: Jangan Angkat Tema Ibadah dalam Puisi
Sukmawati Soekarno Puteri. (Istimewa)
Rabu, 04 April 2018 03:03 WIB
JAKARTA - Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ledia Hanifa menilai Sukmawati Soekarnoputri seharusnya berhati-hati ketika menyampaikan puisi yang menyinggung soal azan dan cadar.

Hal ini agar tidak menimbulkan polemik di masyarakat.

Ledia menyarankan Sukmawati sebaiknya tidak mengangkat tema soal ibadah dalam puisinya. Sebab, menurutnya, puisi tersebut akan mengganggu rasa keberagaman, terutama umat muslim.

"Ketika kita bicara soal azan, azan itu kan bagian dari panggilan beribadah, yang terkait ibadah itu sebaiknya tidak diangkat-angkat, dalam konteks dipertentangkan," kata Ledia di Kompleks Parlemen, Senayan,Jakarta, Selasa (3/4/2018).

Namun, Ledia berpendapat, puisi Sukmawati bisa dijadikan pelajaran dalam membuat pernyataan di muka publik.

Berikut puisi Sukma yang ramai itu:

Puisi Ibu Indonesia. Aku tak tahu syariat Islam. Yang kutahu sari konde Ibu Indonesia sangatlah indah. Lebih cantik dari cadar dirimu. Gerai tekukan rambutnya suci. Sesuci kain pembungkus ujudmu.

Rasa ciptanya sangatlah beraneka. Menyatu dengan kodrat alam sekitar. Jari jemarinya berbau getah hutan. Peluh tersentuh angin laut. Lihatlah ibu Indonesia. Saat penglihatanmu semakin asing.

Supaya kau dapat mengingat. Kecantikan asli dari bangsamu. Jika kau ingin menjadi cantik, sehat, berbudi dan kreatif. Selamat datang di duniaku. Bumi ibu Indonesia. Aku tak tahu syariat Islam. Yang kutahu suara kidung ibu Indonesia sangatlah elok. Lebih merdu dari alunan azanmu.

Gemulai gerak tarimu adalah ibadah. Semurni irama puja kepada Ilahi. Nafas doanya berpadu cipta. Helai demi helai benang tertenun. Lelehan demi lelehan damai mengalun. Canting menggores ayat-ayat alam surgawi. Pandanglah ibu Indonesia.

Saat pandanganmu semakin pudar. Supaya kau dapat mengetahui kemolekan sejati dari bangsamu. Sudah sejak dahulu kala riwayat bangsa beradab ini. Cinta dan hormat kepada ibu Indonesia dan kaumnya. .******

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:merdeka.com
Kategori:Badminton, PON, Voli, Metropolitan, DKI Jakarta
wwwwww