Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
Olympic
18 jam yang lalu
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
2
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
Olympic
18 jam yang lalu
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
3
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
9 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
4
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
Sepakbola
18 jam yang lalu
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
5
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
Sepakbola
18 jam yang lalu
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
6
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
Sepakbola
18 jam yang lalu
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
Home  /  Berita  /  Badminton

PAN: Sukmawati Harus Minta Maaf ke Umat Islam Soal Puisinya

PAN: Sukmawati Harus Minta Maaf ke Umat Islam Soal Puisinya
Wakil Ketua Umum PAN, Taufik Kurniawan. (dok. DPR RI)
Rabu, 04 April 2018 03:06 WIB
JAKARTA - Waketum PAN Taufik Kurniawan meminta Sukmawati Soekarnoputri segera minta maaf atas puisinya yang berjudul 'Ibu Indonesia'. Menurutnya, puisi Sukma itu menyakiti umat Islam.

"Kalau semakin cepat minta maaf jadi salah satu jalan terbaik," kata Taufik di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (3/4/2018).

Ia mengatakan, ungkapan Sukma soal perbandingan azan dengan kidung Ibu Indonesia dan cadar dengan konde itu menyinggung pemeluk agama Islam. Taufik pun menyebut hal itu bisa kembali memicu konflik.

"Puisi itu sangat menyakitkan umat Muslim. Kemungkinan untuk potensi konfliknya akan bisa terjadi lagi. Hal yang sudah relatif dingin reda akan membangkitkan semangat kegaduhan lagi," ucapnya.

Hal senada diungkapkan oleh politikus PAN Muslim Ayub. Ia meminta Sukma segera minta maaf kepada umat Islam agar kejadian seperti gerakan 212 tidak terulang.

"Sukma itu harus minta maaf lah dengan apa yang disampaikannya. Kita tidak mau terulang dengan kasus 212 dan sebagainya. Kalau dia minta maaf, karena ada kekhilafan, kita sebagai umat Islam bisa merasakan itu," sebut anggota Komisi III DPR itu.

Ayub menilai, Sukma tak memahami syariat Islam dengan baik. Karena itu, Sukma tak mengerti dampak yang ditimbulkan dari bait puisinya itu.

"Dia tidak tahu apa syariat. Kalau dia mendalami apa itu syariat, dia tidak akan mungkin membuat yang demikian. Mungkin pendalaman agamanya kurang. Itu saja," ucap Ayub.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:detik.com
Kategori:Badminton, Olympic, Voli, Metropolitan, DKI Jakarta
wwwwww