Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
Hukum
22 jam yang lalu
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
2
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
Hukum
18 jam yang lalu
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
3
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
Umum
18 jam yang lalu
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
4
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
Olympic
14 jam yang lalu
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
5
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Metropolitan
14 jam yang lalu
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
6
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
14 jam yang lalu
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
Home  /  Berita  /  Badminton
Berita Khusus Pilgubri 2018

Kampanye Dialogis di Kelurahan Titian Antui Pinggir, Cawagub Riau Edy Nasution Bahas Kebhinekaan

Kampanye Dialogis di Kelurahan Titian Antui Pinggir, Cawagub Riau Edy Nasution Bahas Kebhinekaan
Calon Wakil Gubernur Riau Edy Nasution saat mendengarkan aspirasi dari masyarakat Kelurahan Titian Antui di Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis, Riau.
Kamis, 05 April 2018 15:52 WIB
Penulis: Friedrich Edward Lumy
PINGGIR - Saat kampanye dialogis di Jalan Pelita, Kelurahan Titian Antui, Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis, Riau, Kamis (5/4/2018) siang, Calon Wakil Gubernur Riau (Cawagub) Riau Edy Nasution membahas tentang kebhinekaan.

Sosok Edy Nasution yang berlatarbelakang seorang prajurit TNI diyakini mampu mengobarkan kebhinekaan di Provinsi Riau. Dimana pengalaman sebagai Komandan Korem 031/Wirabima sudah dibuktikan saat bekerja dari Sabang sampai Marauke.

"Saya sudah melihat bagaimana kebhinekaan yang ada di Indonesia. Bahwa masyarakat Riau heterogen dan penuh kebhinekaan. Hal itu karena didukung beragamnya suku yang tinggal di Riau," kata Edy Nasution.

Edy Nasution juga mengatakan, kenapa masyarakat harus dikotak-kotakkan. Kenapa masyarakat tidak bersatu padu dalam menjaga keutuhan dan kesatuan Indonesia. Sekarang ini, menurutnya bagaimana memperbaiki akhlak dan moral, untuk menjadikan Riau lebih baik lagi.

"Saat ini seluruh masyarakat yang beragam suku adalah orang Riau. Untuk itu dengan bergotong royong bersama-sama membuat suatu perubahan positif dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Riau," ujar Edy Nasution.

"Yang dibutuhkan masyarakat itu sesuatu yang nyata. Nampak dengan mata. Bukannya sekedar janji. Apalagi seorang prajurit tidak akan mengingkari janji," ujar Edy Nasution.

Seorang pemimpin harus memiliki jiwa besar, dikatakan Edy Nasution. Jiwa besar yang dimaksudnya itu, bagaimana masyarakat menerima keberagaman dari setiap suku, agama dan ras yang ada di Riau. Untuk itu, ia mengajak masyarakat di Riau untuk menjaga kebhinekaan.

"Hidup damai dan salaing tolong menolong sangat indah. Apalagi adanya kebersamaan dan saling bahu membahu dalam memperbaiki apa yang tidak baik. Mari kita jaga keberagaman yang ada di Riau ini," ungkap Edy Nasution. ***

wwwwww