Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
Hukum
10 jam yang lalu
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
2
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
Beladiri
22 jam yang lalu
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
3
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
KOI
23 jam yang lalu
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
4
Asael Sumbang Medali Kedua buat Indonesia, Airlangga Berikan Apresiasi
Olympic
21 jam yang lalu
Asael Sumbang Medali Kedua buat Indonesia, Airlangga Berikan Apresiasi
5
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
KOI
23 jam yang lalu
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
6
Lawan Melbourne Victory, Persib Incar Tiga Poin Demi Tiket 16 Besar ACL 2
Sepakbola
19 jam yang lalu
Lawan Melbourne Victory, Persib Incar Tiga Poin Demi Tiket 16 Besar ACL 2
Home  /  Berita  /  Badminton

Kampar United Sempat 'Terlantar' di Jakarta, Masnur: Tingkatkan Lagi Komunikasi Kepada Pemdanya

Kampar United Sempat Terlantar di Jakarta, Masnur: Tingkatkan Lagi Komunikasi Kepada Pemdanya
Kamis, 05 April 2018 17:38 WIB
Penulis: Winda Mayma Turnip
PEKANBARU - Kabar tentang tim sepakbola Kampar United yang disebutkan sempat 'terlantar' di Jakarta, usai mengikuti turnamen nasional SBAI 2018, menjadikan tanda tanya terkait kepedulian pemerintah, khususnya kabupaten Kampar dan Riau terhadap para pengharum nama daerah dan bangsanya itu.

Pasalnya, bagaimana mungkin dengan membawa dan mengharuskan nama daerahnya, mereka masih harus 'terkatung-katung' akibat kekurangan dana, yang terakhir dikatakan tidak mampu membeli tiket pesawat pulang untuk para pemain.

Namun, saat mendengar kabar itu, Anggota DPRD Riau Daerah Pilihan (Dapil) Kampar Masnur kepada GoRiau.com, Kamis, (5/4/2018), mengaku kaget, dan menuturkan bahwa pihaknya pribadi telah memberikan bantuan dana kepada tim tersebut. Ia sendiri mengaku tidak mengetahui dengan pasti kebenaran kabar itu, akan tetapi ia menghimbau agar pihak Manager Kampar United lebih meningkatkan komunikasinya kepada pemerintah dan pihak - pihak terkait lainnya.

"Saya tidak tahu betul mengenai hal itu, tetapi beberapa waktu sebelum mereka pulang sudah saya bantu secara pribadi memberikan Rp1 juta, dulu juga ada yang berangkat kita selalu bantu. Ya, kita tidak tahu juga pemerintah daerahnya disana seperti apa, KONI Kampar, PSSI di Kampar juga dan lainnya, terkait keberangkatan mereka ini," ujarnya.

"Mungkin perlu ditingkatkan lagi komunikasi antara pengelola, pembina tim sepakbola ini dengan pemerintah daerah, KONI dan PSSI yang ada di Kampar. Kalau sifatnya mereka masih amatir, mereka tetap bisa melibatkan dinas pemuda olahraga di daerah mereka," ungkapnya.

Selain itu, ia juga berharap agar pemerintah daerah Kampar, agar lebih memperhatikan pejuang pengharum nama bangsa ini, salah satunya dari segi finansial.

"Saya kira pemerintah daerah juga harus lebih memperhatikan lagi dengan mereka ini, jangan sampai kejadiannya terulang lagi," pesannya.

"Perusahaan - perusahaan di daerah ini juga mau membantu, cuma jangan dipaksa - paksa, mereka tidak suka seperti itu. Tetapi biasanya mereka mau," pungkasnya.

Sementara itu, meski sebelumnya sempat tertunda pulang, tim Kampar United yang dari rangkuman GoRiau.com telah berhasil mendapatkan bantuan dana dan bus dari Anggota DPD RI Abdul Ghafar Usman dan Anggota DPR RI pengganti Lukman Edy di fraksi PKB Mafirion, sehingga kasus inipun terselesaikan.

Diharapkan, untuk keberangkatan Kampar United ke Vietnam pada Agustus mendatang, hal ini tidak kembali terjadi. ***

wwwwww