Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
Beladiri
20 jam yang lalu
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
2
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
Hukum
8 jam yang lalu
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
3
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
KOI
22 jam yang lalu
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
4
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
Olympic
24 jam yang lalu
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
5
Asael Sumbang Medali Kedua buat Indonesia, Airlangga Berikan Apresiasi
Olympic
19 jam yang lalu
Asael Sumbang Medali Kedua buat Indonesia, Airlangga Berikan Apresiasi
6
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
KOI
21 jam yang lalu
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
Home  /  Berita  /  Badminton

Nyaris Rusuh, Ratusan Massa Unilak Akhirnya Membubarkan Diri dan Ancam akan Bawa Pasukan Lebih Banyak Lagi

Nyaris Rusuh, Ratusan Massa Unilak Akhirnya Membubarkan Diri dan Ancam akan Bawa Pasukan Lebih Banyak Lagi
Aksi unjuk rasa mahasiswa Unilak Pekanbaru.
Kamis, 05 April 2018 17:45 WIB
Penulis: Ratna Sari Dewi
PEKANBARU - Aksi unjuk rasa ratusan massa yang berasal dari Universitas Lancang Kuning (Unilak) Pekanbaru, Provinsi Riau nyaris rusuh lantaran sempat terjadi aksi dorong mendorong antara massa dan aparat kepolisian di tangga Kantor Gubernur Riau, Kamis (5/4/2018).

Awalnya, ratusan massa ini merangsek untuk masuk ke dalam gedung lama Kantor Gubernur Riau. Mereka hendak menyusul Kepala Biro Kesra Setdaprov Riau Masrul Kasmy yang telah pergi meninggalkan barisan massa seolah menganggap tugasnya untuk menemui pendemo sudah tuntas.

"Rapatkan barisan kawan-kawan, ini rumah kita. Ini rumah rakyat. Siapa saja boleh masuk ke dalam gedung mewah ini," teriak Korlap Amir Arifin Harahap.

Seketika itu lah, suasana menjadi memanas dan hampir tak terkendali. Ratusan aparat yang berjaga pun memasang pagar betis untuk menghalangi serudukan massa yang menuntut pencairan bantuan sosial (Bansos) pendidikan ini.

Namun, tak berlangsung lama situasi ini dapat direda. Barisan mahasiswa ini pun akhirnya membubarkan diri dengan tertib setelah menyampaikan ancamannya untuk membawa massa yang lebih banyak lagi.

"Kami tidak terima diperlakukan seperti ini, kami akan datang lagi membawa massa yang banyak dari seluruh universitas se Riau," ancam mereka. ***

wwwwww