Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
Beladiri
18 jam yang lalu
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
2
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
Hukum
6 jam yang lalu
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
3
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
KOI
20 jam yang lalu
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
4
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
Olympic
22 jam yang lalu
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
5
Asael Sumbang Medali Kedua buat Indonesia, Airlangga Berikan Apresiasi
Olympic
17 jam yang lalu
Asael Sumbang Medali Kedua buat Indonesia, Airlangga Berikan Apresiasi
6
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
KOI
20 jam yang lalu
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
Home  /  Berita  /  Badminton

Seumur Jagung, Proyek Jalan dan Gorong-gorong Desa Dundangan Pelalawan Kondisinya Sudah Begini

Seumur Jagung, Proyek Jalan dan Gorong-gorong Desa Dundangan Pelalawan Kondisinya Sudah Begini
Dibangun menggunakan DD dan ADD 2017, begini kondisi proyek jalan dan gorong-gorong Desa Dundangan, Kecamatan Pangkalan Kuras.
Kamis, 05 April 2018 17:53 WIB
Penulis: Farikhin
PELALAWAN - Proyek pembangunan jalan dan gorong-gorong di Desa Dundangan, Kecamatan Pangkalan Kuras, disoal. Sebab proyek yang bersumber dari Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) tahun 2017 diduga dikerjakan secara asal-asalan.

"Pekerjaan proyek jalan maupun gorong-gorong saya lihat asal-asalan," kata salah satu warga Desa Dundangan, Kamis (5/4/2018).

Menurut sumber yang meminta namanya untuk tidak ditulis ini, salah satunya adalah saluran air atau gorong-gorong yang pembangunannya menggunakan Alokasi Dana Desa (ADD), seharusnya dibangun box culvert.

"Saluran air itu seharusnya dibangun box culvert, bukan gorong-gorong. Apalagi dengan diameter yang sangat kecil, sudah pasti air meluap dan banjir," ungkapnya.

Belum lagi pengerjaannya yang terkesan asal jadi. Lanjut dia, di atas saluran gorong-gorong sepanjang 7 meter tersebut hanya di tutup dengan susunan batang pohon kelapa.

"Lihat saja, sekarang kondisinya sudah seperti itu. Padahal baru beberapa bulan kemarin dibangun, tapi sudah tidak bisa dilewati kendaraan roda empat, rusak," ujarnya.

Tidak hanya gorong-gorong, warga juga menyoal pekerjaan pengerasan jalan. Proyek pengerasan jalan sepanjang 2500 meter dengan Dana Desa (DD) masih seumur jagung kondisinya sudah memprihatinkan.

“Usia jalan nggak bakalan lama kalau pengerjaannya seperti itu. Saya harap tim pengawas turun ke lapangan mengecek pengerjaan jalan tersebut, karena patut diduga material yang digunakan tidak sesuai spesifikasi,” tutur warga.

Bahkan menurut beberapa warga lainnya, proyek yang menggunakan uang pemerintah ini pihak desa tidak transparan.

"Masyarakat tidak dilibatkan. Plang proyek saja tidak dipasang, berapa anggaranya kita tidak tahu. Tahunya ya pakai ADD dan DD 2017, itu saja," pungkasnya, kepada, kepada GoRiau.com.***

Kategori:PON, Riau, Badminton
wwwwww