Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
Kemenpora
11 jam yang lalu
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
2
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
Nasional
9 jam yang lalu
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
3
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
Kemenpora
11 jam yang lalu
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
4
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
Sepakbola
8 jam yang lalu
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
5
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
Basket
13 jam yang lalu
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
6
Lawan Persib, Mundari Karya Optimistis Curi Poin
Sepakbola
7 jam yang lalu
Lawan Persib, Mundari Karya Optimistis Curi Poin
Home  /  Berita  /  Badminton

DKPP Mentawai Lakukan Panen Padi Perdana di Makoddiai Sidomakmur

DKPP Mentawai Lakukan Panen Padi Perdana di Makoddiai Sidomakmur
Panen perdana.
Jum'at, 06 April 2018 11:44 WIB
MENTAWAI - Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Mentawai bersama sejumlah Muspika melakukan panen padi perdana di Dusun Mokaddiai, Desa Sidomakmur Kecamatan Sipora Utara, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Kamis (5/4/2018).

Padi tersebut hasil tanam petani seluas 27 hektar yang terdiri dari dua kelompok, yaitu Kelompok Tunas Baru dan Kelompok Bukit Indah. Saat ini yang berbuah adalah hasil pertanian Kelompok Tunas Baru.

"Ini merupakan pertama bagi kami, ini hasil kelompok kami, setelah kami bicara dengan penyuluh dari Disperta Provinsi Sumbar. Ternyata kami masih ketinggalan dalam hal-hal
pengolaan tanah dan cara menanam padi," kata Karsito Firdaus, Ketua kelompok Tunas Baru.

Hasil panen tersebut untuk sementara hanya untuk konsumsi petani anggota kelompok, belum akan dijual ke pasar. Karsito berharap ada perhatian pemerintah untuk meningkatkan sistem pertaniannya sehingga bisa dijual ke pasar serta peralatan panen sebab saat ini kelompoknya hanya bertanam dengan sistem semai atau manual.

Sementara Camat Sipora Utara Narman Ulian menyampaikan, warga Desa Sidomakmur sudah bertanam padi sejak beberapa waktu. namun hasilnya belum maksimal.

"Sebelumnya masyarakat kita sudah bertanam padi atau bersawah tetapi masih sistem tradisional berdasar pengetahuan petani itu sendiri. Belum terkoordinir dengan baik," katanya.

Sementara Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kepulauan Mentawai, Novriadi menjelaskan. produktivitas hasil panen di Sidomakmur masih rendah.

"Ini dilihat dari hasil panennya hanya 2,6 ton per hektar," katanya.

Kondisi ini menunjukkan karena budidaya yang dilakukan petani belum tepat seperti pengelolaan tanah minim, serta benih yang kurang bermutu atau berlabel.

"Pupuk subsidi sudah tersedia, kita arahkan mereka ke situ. Ini harganya cukup murah dan terjangkau, harga pupuk urea sekira Rp1.800/kg atau Rp90 ribu per karung," katanya.

Novriadi mengajak petani untuk lebih bersemangat, meskipun fasilitas kurang memadai dan tetap bersabar. Ia menjanjikan ke depan pemerintah akan memenuhi permintaan petani padi di Desa Sidomakmur.

Desa Sidomakmur merupakan salah satu desa mandiri pangan yang ditetapkan oleh Gubernur Sumatera Barat pada tahun lalu bersama Desa Goiso Oinan. (ss)

Editor:Arie RF
Kategori:Sumatera Barat, PON, Badminton
wwwwww