Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
17 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
17 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
17 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
4
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
16 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
5
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
17 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
6
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
16 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
Home  /  Berita  /  Badminton

Polda Riau Tempati Urutan Kedua dan Ketiga dalam Pengungkapan Peredaran Sabu serta Ekstasi di Indonesia

Polda Riau Tempati Urutan Kedua dan Ketiga dalam Pengungkapan Peredaran Sabu serta Ekstasi di Indonesia
Ilustrasi tahanan Narkoba Polda Riau (Foto: GoRiau)
Jum'at, 06 April 2018 16:35 WIB
Penulis: Chairul Hadi
PEKANBARU - Kapolda Riau Irjen Nandang mengatakan, jajarannya terus berupaya maksimal memberantas peredaran gelap Narkotika, di mana Riau secara geografisnya acap dimanfaatkan para bandar sebagai akses masuk barang haram tersebut, yang sebagian berasal dari luar negeri.

Narkoba merupakan musuh negara. Sebab itu, kepolisian sebagai penegak hukum terus memaksimalkan upaya dalam memutus mata rantai peredarannya, demikian pula yang dilakukan aparat di Provinsi Riau, di mana tercatat sudah bermiliar-miliar Rupiah Narkoba digagalkan peredarannya.

"Riau cukup baik dalam pengungkapan peredaran Narkoba. Di tahun 2017 kita menempati urutan kedua pengungkapan Ekstasi, urutan ketiga untuk Sabu dan urutan delapan dalam pengungkapan Ganja. Itu untuk seluruh Indonesia," sebut Irjen Nandang usai pertemuan dengan Komisi III di Pekanbaru, Jumat (6/4/2018) siang.

Hal tersebut juga ia sampaikan kepada perwakilan anggota Komisi III DPR RI yang hadir dalam pertemuan itu. "Kita sampaikan (Kepada Komisi III DPR RI, red), bahwa dengan kemampuan (Peralatan, red) yang terbatas, kita bisa mengungkapnya," ujar Irjen Nandang kepada GoRiau.com.

"Kita juga sudah sampaikan kekurangan (Keterbatasan, red) itu, agar DPR RI memberikan dukungan sehingga kita dapat lebih menekan peredaran Narkoba, dan mereka menanggapinya dengan positif," yakin Jenderal bintang dua tersebut.

Adapun, kedatangan Komisi III ke Pekanbaru hari ini, untuk membahas tiga hal, diantaranya peredaran Narkoba, keberadaan orang asing serta pengaduan terkait kasus sengketa lahan Poniman.

"Kita tahu Riau berbatasan dengan negara tetangga, pasti banyak peredaran Narkoba. Kita minta, kepolisian dan BNN sinkron. Selama ini kita ke daerah, kepolisian dan BNN jalan sendiri," ungkap Ketua rombongan Komisi III DPR RI Trimedya. ***

wwwwww