Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
Lingkungan
21 jam yang lalu
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
2
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
Olympic
15 jam yang lalu
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
3
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
Sepakbola
15 jam yang lalu
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
4
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa 'Geruduk' Imigrasi Jakbar
Umum
15 jam yang lalu
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa Geruduk Imigrasi Jakbar
5
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
Sepakbola
15 jam yang lalu
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
6
Gagal Curi Poin di Bandung, Mundari Karya: Kami Dihukum
Sepakbola
14 jam yang lalu
Gagal Curi Poin di Bandung, Mundari Karya: Kami Dihukum
Home  /  Berita  /  PON

Diduga akan Mencuri Ikan di Perairan Aceh, Kapal Asing Berbendera Togo yang Jadi Buronan Interpol Ditangkap

Diduga akan Mencuri Ikan di Perairan Aceh, Kapal Asing Berbendera Togo yang Jadi Buronan Interpol Ditangkap
Sabtu, 07 April 2018 23:30 WIB
BANDA ACEH - Tim WFQR Lantamal I dengan KAL Simeulue Lanal Sabang, kemarin sore sekitar pukul 16.35 Wib menangkap kapal asing berbendera Togo, Afrika.

Kapal ini merupakan buronan Interpol ditangkap TNI-AL Lanal Sabang saat berada di perairan laut Aceh, Jum’at (6/4/2018) sekitar pukul 16.00. Kapal STS-50 itu diduga akan mencuri ikan di perairan laut Aceh.

"Kapal ikan asing buronan Interpol berhasil ditangkap tim WFQR Lantamal I dengan KAL Simeulue Lanal Sabang, kemarin sore sekitar pukul 16.35," kata Panglima Komando Armada RI Kawasan Barat Laksamana Muda TNI Yudo Margono kepada wartawan, Sabtu (7/4/2018).

Ia mengatakan, dari kapal itu juga diamankan sebanyak 30 orang anak buah kapal (ABK).

Puluhan ABK itu terdiri dari 20 warga negara Indonesia (WNI), 2 warga negara Australia, dan 8 warga negara Rusia. 

"20 warga Indonesia dari berbagai daerah di Jawa. Ada yang dari Pasuruan, Pemalang, dan Pekalongan," ujarnya. 

Kapal itu menjadi buronan Interpol karena sebelumnya melarikan diri dari China pada Mei 2016 dan Mozambik pada Februari 2017.

"Kami menerima informasi dari jalur Interpol untuk menangkap kapal itu. Seminggu lalu sudah kami lacak keberadaanya di sebelah barat laut Sumatera, dan kemarin saat melintasi perairan laut Sabang langsung ditangkap," ujar Yudo. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:kompas.com
Kategori:PON, Aceh
wwwwww