Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
Hukum
19 jam yang lalu
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
2
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
Ekonomi
18 jam yang lalu
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
3
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
Badminton
12 jam yang lalu
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
4
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
Olympic
12 jam yang lalu
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
5
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
Olympic
13 jam yang lalu
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
6
Mutasi 7 Polisi Polrestabes Surabaya Disorot, Buntut Penangkapan 3 Legislator Partai Gerindra
Umum
17 jam yang lalu
Mutasi 7 Polisi Polrestabes Surabaya Disorot, Buntut Penangkapan 3 Legislator Partai Gerindra
Home  /  Berita  /  Riau

Neraca Perdagangan Riau Surplus Rp16,66 Triliun, Ekspor Terus Digenjot

Neraca Perdagangan Riau Surplus Rp16,66 Triliun, Ekspor Terus Digenjot
Ilustrasi. (Internet)
Minggu, 08 April 2018 11:21 WIB
Penulis: Ratna Sari Dewi
PEKANBARU - Neraca perdagangan Provinsi Riau menunjukkan angka positif. Pada Februari 2018, Riau tercatat mengalami surplus perdagangan sebanyak 1,21 miliar dolar AS setara dengan Rp16.662.900.321.274 atau Rp16,66 triliun.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau, Aden Gultom mengatakan, surplus sebesar Rp16,66 triliun tersebut dipicu oleh surplus pada sektor non migas sebesar 1,02 miliar dolar AS setara Rp14.046.411.841.074 atau Rp14,04 triliun dan sektor migas sebesar 190,81 juta dolar AS setara Rp2.627.642.983.720 atau Rp2,6 triliun.

Aden menguraikan, jika dilihat dari sisi volume perdagangan pada bulan Februari 2018, neraca perdagangan Riau mengalami surplus sebesar 1.990,30 ribu ton.

Hal tersebut didorong oleh surplusnya neraca volume perdagangan sektor non migas sebesar 1.590,79 ribu ton dan sektor migas sebesar 399,51 ribu ton

"Neraca positif artinya terjadi surplus perdagangan jika nilai ekspor lebih tinggi dari impor. Dengan kondisi yang seperti ini, pemerintah harusnya semakin bersemangat untuk menggejot ekspor dan mencari pasar baru," urai Aden di Pekanbaru, Minggu (8/4/2018).

Sedangkan dalam periode Januari-Februari 2018, neraca perdagangan Riau mengalami surplus sebesar 2,46 miliar dolar AS setara Rp33.876.640.322.590 atau Rp33,87 triliun yang dipicu oleh surplus sektor non migas sebesar 2,04 miliar dolar AS setara Rp28.092.823.682.148 atau Rp28,09 triliun dan sektor non miga, 420.16 juta dolar AS setara Rp5.786.019.999.162 atau Rp5,78 triliun.

"Dari sisi volume perdagangan, periode Januari-Februari 2018 mengalami surplus sebesar 4.029,13 ribu ton. Hal tersebut didorong oleh surplusnya neraca volume perdagangan sektor non migas sebesar 3.137,46 ribu ton dan sektor migas sebesar 891,66 ribu ton," tandasnya. ***

Kategori:Riau, Voli, Ekonomi
wwwwww