Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
Olympic
23 jam yang lalu
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
2
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
Hukum
5 jam yang lalu
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
3
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa 'Geruduk' Imigrasi Jakbar
Umum
23 jam yang lalu
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa Geruduk Imigrasi Jakbar
4
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
Sepakbola
23 jam yang lalu
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
5
Gagal Curi Poin di Bandung, Mundari Karya: Kami Dihukum
Sepakbola
23 jam yang lalu
Gagal Curi Poin di Bandung, Mundari Karya: Kami Dihukum
6
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
Sepakbola
24 jam yang lalu
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
Home  /  Berita  /  Badminton

Sebelum Menembak Mati Adik Iparnya, Kompol F Ngaku Dapat Bisikan

Sebelum Menembak Mati Adik Iparnya, Kompol F Ngaku Dapat Bisikan
Minggu, 08 April 2018 08:17 WIB

MEDAN - Polda Sumatera Utara (Sumut) terus melakukan upaya pengungkapan terhadap kasus tembak mati yang dilakukan Kompol Fahrizal (41) terhadap adik iparnya Jumingan (33).

Kabid Humas Polda Sumut, Kompol Rina Sari Ginting mengaku, penyidik pada Jumat (6/4/2018) telah memeriksa Wakapolres Lombok Tengah tersebut.

Mantan Kasatserse Polrestabes Medan itu mengaku jika penembakan yang dilakukannya itu setelah ia mendapatkan bisikan ke telinga sebelah kanannya.

"Tersangka melakukan penembakan setelah ada bisikan. Bisikan itu kepadanya mengatakan, ini jahat tembak saja," ungkapnya Rina.

Karenanya, sambung Rina, untuk mengetahui kondisi kejiwaan Fahrizal, maka Poldasu juga telah melakukan pemeriksaan/test kejiwaan MMPI (Minnesota Multiphasic Personality Inventory) terhadap Kompol Fahrizal di ruangan Reskrimum Polda oleh dokter ahli jiwa. Dan akan dilanjutkan test pemeriksaan kejiwaan lanjutan terhadap Kompol Fahrizal dan keluarga oleh dokter ahli jiwa dari Pusdokkes Mabes Polri.

"Sedangkan rencana tindak lanjut, akan melakukan uji balistik terhadap senjata yang digunakan," jelasnya.

Selain itu, Rina juga menyebutkan,kepolisian telah melakukan pemeriksaan terhadap 10 orang saksi. Masing-masing saksi terdiri dari 6 orang tetangga dan 4 orang dari pihak keluarga.

"Kasus tersebut ditangani oleh penyidik dari Ditreskrim Um Polda Sumut," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Kompol Fahrizal, pada Rabu (4/4/2018) sekitar pukul 19.30 WIB, menembak mati adik iparnya, Jumingan di kediaman korban di Jalan Tirtosari, Gang Keluarga, No 14 Bantan, Medan Tembung.

Dari kejadian tersebut, polisi telah menyita 1 pucuk senjata Revolver, 6 butir selongsong amunisi, 2 butir proyektil utuh, 4 butir pecahan proyektil dan 1 buah kartu senpi. Sedangkan akibat perbuatannya, Kompol Fahrizal dipersangkakan dengan Pasal 340 Subs Pasal 338 KUHPidana.

Editor:wen
Sumber:medanbisnis
Kategori:Sumatera Utara, Badminton, Beladiri
wwwwww