Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
22 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
2
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
21 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
3
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
23 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
4
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
Sepakbola
19 jam yang lalu
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
5
Nyawa Atlet Di Ujung Bantingan (Edisi I)
Non Olympic
21 jam yang lalu
Nyawa Atlet Di Ujung Bantingan (Edisi I)
6
Denlson Junior Siap Hadapi Laga Panas Lawan Persija
Sepakbola
19 jam yang lalu
Denlson Junior Siap Hadapi Laga Panas Lawan Persija
Home  /  Berita  /  Voli

Bupati Bireuen: Rumah Kaum Duafa Bisa Dibangun Melalui Dana Desa

Bupati Bireuen: Rumah Kaum Duafa Bisa Dibangun Melalui Dana Desa
Bupati Bireuen Saifannur
Rabu, 11 April 2018 21:33 WIB
Penulis: Joniful Bahri
BIREUEN - Setiap gampong dalam Kabupaten Bireuen diperbolehkan membangun rumah kaum duafa melalui Aloksi Dana Desa (ADG), minimal 2 unit setiap tahunnya.

Hal itu dikatakan Bupati Bireuen, Saifnnur kepada wartawan terkait penggunaan dana desa untuk membantu pembangunan rumah kaum duafa, guna mengurangi angka kemiskinan di kabupaten setempat.

“Peraturan sudah sejak 2017 lalu, kalau dana desa itu dibenarkan membangun rumah kaum duafa yang tidak layak huni,” katanya Rabu (11/4/2018).

Sejauh ini jumlah rumah tidak layak huni di Bireuen mencapai ribuan unit yang tersebar di Samalanga hingga di Gandapura. Program ini dilakukan untuk percepatan pembangunan agar dapat membantu warga miskin, dengan menggunakan dana bantuan desa yang dianggarkan pemerintah setiap tahun.

“Dana desa ini merupakan bantuan pemerintah pusat. Kalau penggunaannya sudah diatur, dan Pemkab Bireuen sendiri telah mengeluarkan peraturan tentang pembangunan rumah duafa tersebut,” terangnya.

Untuk pembangunan itu, maka perangkat gampong dapat bermusyawarah, menentukan rumah siapa saja yang akan dibangun, tetapi harus memperhatikan berbagai sisi, sebagaimana tercantum dalam aturan yang dibuat pemerintah.

Dalam surat edaran, Oktober 2017 lalu, Pelaksanaan rehab rumah tidak layak huni melalui dana desa itu harus dilakukan dengan sistim swakelola oleh masyarakat setempat.

“Di samping rumah kaum duafa, pembangunan lain juga sangat diutamakan yakni dibangun ditengah-tengah masyarakat yakni PAUD, ini merupakan bagian dalam pembentukan karakter anak usia dini setiap gampong,” sebutnya. ***

Kategori:Voli, Aceh
wwwwww