Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
16 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
2
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
20 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
3
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
15 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
4
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
17 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
5
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Ekonomi
22 jam yang lalu
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
6
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
Sepakbola
13 jam yang lalu
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
Home  /  Berita  /  Riau

DPRD Riau Sesalkan Ada Elpiji Rp31.000 di Pelalawan, Mansyur: Ada Tiga Kemungkinan...

DPRD Riau Sesalkan Ada Elpiji Rp31.000 di Pelalawan, Mansyur: Ada Tiga Kemungkinan...
Rabu, 11 April 2018 21:48 WIB
Penulis: Winda Mayma Turnip
PEKANBARU - Menjelang bulan Ramadhan dan Lebaran, kenaikan harga sembako atau kebutuhan pokok dipasaran seolah tak dapat dihindarkan. Bahkan baru - baru ini, warga Kuala Kampar, Kabupaten Pelalawan sudah dibuat resah dengan kenaikan harga elpiji ukuran 3 Kg yang melambung keangka Rp31.000 pertabung.

Mengetahui peristiwa ini, Sekretaris Komisi II DPRD Riau kepada GoRiau.com, melalui telepon seluler, Rabu, (11/4/2018) menyesalkan jika harga eceran ini begitu jauh dari Harga Eceran Tertinggi (HET) elpiji 3 Kg yang sesuai SK Bupati Pelalawan Nomor 125 Tahun 2016 sebesar Rp 18.000 per tabung.

"Kalau memang seperti itu laporannya, kita sangat menyayangkan sekali, apalagi ini menjelang Ramadhan dan lebaran. Kasihan masyarakatnya, karena gas elpiji 3 Kg inikan untuk masyarakat menengah kebawah, kok mahal juga? Kan itu pertanyaannya," ujarnya.

Mansyur kemudian mengatakan pihaknya akan memanggil Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) dan juga Pertamina dalam upaya untuk menemukan alasan dan solusi terkait persoalan ini. Menurutnya, ada tiga kemungkinan sehingga harga elpiji ini meningkat tajam, salah satunya adalah suplai atau pasokan barang kurang, penimbunan oleh oknum tidak bertanggung jawab, dan biaya transportasi.

"Kita harus segera mengecek ini, makanya ini nanti akan dipanggil dinas perdagangan, dan pertamina juga, setelah ini akan saya telepon kepala dinasnya, pokoknya dalam minggu ini kita atur jadwal hearingnya," ungkap Mansyur.

"Kalau menurut saya itu ada tiga kemungkinan, pertama suplai produknya tidak mencukupi kebutuhan dimasyarakat, biasanya kalau produk langka kan harga jadi mahal? Kedua, kita harus curigai adanya penimbunan, kalau ada harus segera kita tindak supaya masyarakat tidak rugi, dan kemungkinan lainnya adalah biaya transportasi," sambungnya.

Harapannya, harga elpiji ini dapat segera 'ditertibkan' agar masyarakat kurang mampu hingga di pelosok daerah atau negeri dapat menikmati gas subsidi yang memang bertujuan membantu perekonomian masyarakat tersebut. ***

Kategori:Ekonomi, Riau, Voli
wwwwww