Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
20 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
20 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
20 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
4
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
19 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
5
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
20 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
6
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
19 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
Home  /  Berita  /  Badminton

Ini Momen Saat Ketua DPD dan Menteri Desa Naik Betor Tinjau Proyek Desa Padat Karya

Ini Momen Saat Ketua DPD dan Menteri Desa Naik Betor Tinjau Proyek Desa Padat Karya
Menteri Desa dan Ketua DPD RI, saat menaiki becak motor. (Istimewa)
Kamis, 12 April 2018 17:01 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
MANADO - Ada yang berbeda saat dua pejabat tinggi negara yakni, Ketua DPD RI, Oesman Sapta Odang (OSO) dan Menteri Desa DPT dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo melakukan kunjungan kerja di Sulawesi Utara, Kamis (21/4/2018).

Pasalnya, keduanya terlihat enjoy dan bangga dengan kondisi proyek padat karya di Desa Bilalang Satu, Sulawesi Utara itu.

Bahkan setelah bercengkerama dengan warga, keduanya terlihat tidak mengendarai mobil dinasnya. Mereka malah menaiki becak motor (bentor).

Bentor sendiri adalah alat transportasi yang di pakai masyarakat Kotamobagu, untuk berpergian baik ke kantor, pasar bahkan aktivitas lainnya.

Bahkan senator asal Kalbar ini terlihat santai menaiki bentor sendiri, sedangkan Eko Putro Sandjojo ditemani seorang bocah yang memakai seragam putih merah duduk di sampingnya.

"Saya ini orang desa, maka sudah terbiasa dengan keadaan ini. Apalagi naik bentor," ujar Oesman Odang.

Kata dia, desa ini sudah bagus. Maka perlu adanya pengawasan terhadap proyek dana desa, agar lebih baik ke depan.

Lanjutnya, masyarakat harus ikut membangun dan juga mengawasi pelaksanaan proyek desa. Karena Indonesia bisa maju berawal dari desa.

Pada proyek padat karya itu, diketahui bahwa pembangunan paving blok, drainase dan plat deker mengunakan dana desa sebesar Rp 800 juta lebih, dengan pekerjaan melibatkan masyarakat.

"Proyek kami dilaksanakan 90 hari kerja dengan memperkerjakan masyarakat perhari dibayar Rp100 ribu rupiah," ujar kepala desa Bilalang, saat menjawab pernyaan wartawan. ***

wwwwww