Kepala Bulog Kutacane: Beras Bansos Rastra untuk Galus Sama dengan di Kutacane
![]() |
Penulis: Jupri
''Sebab sebelum disalurkan ke masyarakat penerima bansos rastra, beras itu sudah dimixing dan dikemas sebagus mungkin. Karena kita juga tak mau menyalurkan beras untuk masyarakat tidak layak dikonsumsi. Apalagi beras itu kan kebutuhan pokok," ujar kepala Perum Bulog Kutacane Hamdani kepada GoAceh, Kamis pagi (12/4/2018) diruang kerjanya.
''Meskipun demikian permasalahan yang terjadi di Gayo Lues akan segera ditindak lanjuti dan secepatnya diselesaikan," sebut Hamdani.
Perlu diketahui beras bansos rastra yang disalurkan untuk masyarakat di Gayo Lues itu sama dengan yang diterima masyarakat di Kutacane bahkan kualitasnya pun demikian. Tetapi di Aceh Tenggara belum ada masyarakat yang kompin terkait kualitas beras bansos rastra tersebut.
''Bahkan pola dan mekanisme pendistribusian bansos rastra itu pun sama antara di Kutacane dengan Gayo Lues serta melibatkan pihak muspika kecamatan,"ungkap Hamdani.
''Jadi kita belum mengetahui persis polemik dugaan ditemukannya beras bansos rastra di Gayo Lues yang kondisinya buruk, bahkan menurut sebahagian pihak di Gayo Lues tidak layak untuk dikonsumsi. Sesuai rencana siang ini saya bersama tim akan berangkat untuk mengetahui pasti polemik yang terjadi. Kita akan berkoordinasi dengan tim Satgas Pangan di Gayo Lues," jelas Hamdani.
Sementara itu informasi yang dihimpun GoAceh mencuatnya polemik beras bansos rastra itu terjadi di Gayo Lues. Diduga bansos rastra yang disalurkan gudang bulog Galus itu berdebu dan tak layak konsumsi.
Hal itu berdasarkan penuturan beberapa masyarakat penerima bansos rastra di Gayo Lues. Bahkan kondisi beras itu telah mereka tunjukan dihadapan sejumlah awak media, anggota DPRK serta pihak terkait lainnya di gudang Bulog di Gayo Lues. ***













