Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
Hukum
8 jam yang lalu
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
2
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
Metropolitan
13 jam yang lalu
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
3
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
Ekonomi
6 jam yang lalu
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
4
Aturan Baru Mabes Polri Berlaku, Personel Resmi Dilarang Isap Vape
Nasional
10 jam yang lalu
Aturan Baru Mabes Polri Berlaku, Personel Resmi Dilarang Isap Vape
5
Kapolri Jenderal Suyudi Ancam Pidana Anggota Polri dan BNN yang Isap Vape Narkotika
Umum
6 jam yang lalu
Kapolri Jenderal Suyudi Ancam Pidana Anggota Polri dan BNN yang Isap Vape Narkotika
6
Jet Pribadi Jatuh di Palm Beach, Kecelakaan Maut Tewaskan Sembilan Penumpang
Internasional
7 jam yang lalu
Jet Pribadi Jatuh di Palm Beach, Kecelakaan Maut Tewaskan Sembilan Penumpang
Home  /  Berita  /  Riau

Atasi Stunting, Diskes Riau Intervensi Kesehatan 800 Anak Gizi Buruk di Rohul

Atasi Stunting, Diskes Riau Intervensi Kesehatan 800 Anak Gizi Buruk di Rohul
Ilustrasi. (Internet)
Jum'at, 13 April 2018 12:51 WIB
Penulis: Ratna Sari Dewi
PEKANBARU - Dinas Kesehatan (Diskes) Provinsi Riau melakukan intervensi kesehatan terhadap 800 anak di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Riau. Salah satu tujuannya untuk mengatasi masyarakat yang mengalami kekurangan gizi dan darah.

"Kami telah melakukan penanganan stunting (gizi rendah) dengan mengintervensi 800 anak di sepuluh desa dan enam Puskesmas di Rohul tersebut," kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Mimi Yuliani Nazir di Pekanbaru, Jumat (13/4/2018).

Ia memaparkan bahwa selain anak-anak, perempuan dan ibu hamil juga membutuhkan asupan gizi, vitamin, protein, lemak, zat besi, serta karbohidrat. Sebab, pada ibu hamil, nutrisi itu akan diserap janin.

Sehingga, apa bila ibu hamil yang kekurangan gizi dan darah berpotensi tinggi membuat bayi lahir stunting. Ciri-cirinya bayi terlahir dengan tinggi dan berat badan di bawah standar.

"Untuk itu kami melakukan intervensi kesehatan dengan memberikan makanan bergizi dan tablet vitamin A bagi anak-anak serta FE penambah darah baik bagi ibu hamil dan remaja putri," ujarnya.

Seperti yang diketahui, sepuluh desa yang ditemukan kasus stunting itu antara lain, Desa Senaming, Suka Maju, Tambusai Timur, Kepenuhan Hilir, Ulak Patian, Rambah Samo, Marga Mulya, Teluk Aur, Bangun Purba Barat dan Desa Kepayang.

Yang mana, sepuluh desa ini berada di enam Puskesmas, yakni Puskesmas Rambah, Tambusai, Kepenuhan, Rambah Samo I, Bangun Purba, dan Puskesmas Kepenuhan Hulu. ***

Kategori:Voli, Riau
wwwwww